Dominasi AC Milan di Derby Della Madonnina: Strategi Allegri Bungkam Inter Dua Kali

AC Milan sukses memenangi dua laga derby musim ini melawan Inter Milan. Giampaolo Pazzini soroti taktik Allegri yang sempurna dan kesalahan fatal Cristian Chivu

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 13 Maret 2026, 19:41 WIB
Pemain AC Milan merayakan kemenangan atas Inter Milan pada lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Derby della Madonnina musim 2025/2026 menyisakan cerita menarik bagi para pencinta sepak bola di Italia. AC Milan berhasil menyapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan melawan rival sekota mereka, Inter Milan, di Serie A.

Pertarungan terbaru tersaji pada pekan ke-28 di Stadion San Siro pada Minggu, 9 Maret 2026. Rossoneri sukses memetik kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal yang dicetak oleh Pervis Estupinan.

Hasil ini memperpanjang catatan positif skuad asuhan Massimiliano Allegri atas Inter pada musim ini. Sebelumnya, pada 24 November 2025, Milan juga unggul 1-0 melalui gol dari Christian Pulisic.

Kemenangan ganda tersebut secara otomatis memanaskan kembali persaingan di papan atas klasemen Serie A. Mantan penyerang Milan, Giampaolo Pazzini, memberikan analisis mendalam terkait hasil dua laga derby tersebut.


Chivu Dinilai Keliru Membaca Pertandingan

Cristian Chivu, pelatih kepala Inter Milan, tampak memberi arahan saat pertandingan Serie A kontra AC Milan di Milan, Italia, Senin (24/11/2025) dini hari. (AP Photo/Antonio Calanni)

Giampaolo Pazzini berpendapat bahwa kekalahan Inter dalam derby terakhir disebabkan oleh kesalahan taktik sang pelatih, Cristian Chivu. Strategi yang diterapkan oleh Nerazzurri dianggap tidak berjalan sesuai rencana di lapangan.

Padahal, sebelum laga ini bergulir, Inter tengah berada dalam tren permainan yang sangat impresif. Mereka tercatat mampu mengemas 14 kemenangan dan satu hasil imbang sejak kekalahan derby sebelumnya.

Pazzini menilai Inter tampil tanpa rencana yang benar-benar efektif untuk meredam kekuatan lawan. Sebaliknya, Milan dianggap sangat jeli dalam memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh sang rival.

"Kekalahan terakhir Inter juga terjadi saat melawan Milan, setelah itu mereka tampil dominan. Tidak perlu diragukan lagi bahwa Chivu melakukan kesalahan dalam laga ini," ujar Pazzini kepada Aura Sport melalui Football Italia.


Allegri Disebut Menyiapkan Milan dengan Sempurna

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Di sisi lain, Pazzini memberikan apresiasi tinggi kepada Massimiliano Allegri atas keberhasilan Milan memenangi laga tersebut. Ia menilai sang pelatih berhasil mempersiapkan komposisi tim dengan sangat matang.

Milan menunjukkan organisasi permainan yang sangat disiplin dan rapi sepanjang jalannya pertandingan. Pendekatan taktis dari Allegri terbukti ampuh membuat pemain Inter kesulitan mengembangkan pola permainan mereka.

Keberhasilan memenangi dua laga derby dalam satu musim kompetisi Serie A menjadi bukti kuat kualitas tersebut. Pazzini menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah sebuah faktor kebetulan semata.

"Pujian layak diberikan kepada Milan karena Allegri menyiapkan laga ini dengan sangat sempurna. Bukan kejutan jika dia mampu memenangi kedua derby musim ini," tambah Pazzini.


Pazzini: Milan Sulit Mengejar Inter di Perburuan Scudetto

Walaupun Milan berhasil memangkas jarak poin di klasemen, Pazzini tetap bersikap realistis mengenai peluang juara. Menurutnya, Inter masih memegang posisi yang sangat kuat untuk meraih gelar Scudetto musim ini.

Selisih tujuh poin dengan sisa sepuluh pertandingan bukanlah jarak yang mudah untuk dikejar oleh tim mana pun. Apalagi, saat ini Inter bisa memberikan fokus sepenuhnya pada persaingan di kompetisi domestik.

Pazzini meyakini peluang Milan untuk menyalip posisi rival sekotanya tersebut tergolong cukup kecil. Diperlukan kejadian yang benar-benar luar biasa untuk bisa mengubah peta persaingan juara secara signifikan.

"Saya memiliki keyakinan bahwa pembicaraan mengenai perebutan gelar Scudetto sebenarnya sudah tertutup," pungkasnya secara lugas.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya