Permintaan Genteng Meningkat, KUR BRI Bantu Usaha Pengrajin di Majalengka Kian Berkembang

Program gentengisasi meningkatkan permintaan genteng di Majalengka. Dukungan KUR BRI membantu pengrajin memperkuat produksi dan meningkatkan omzet usaha.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 13 Maret 2026, 19:13 WIB
Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta - Program gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan. Di sejumlah sentra produksi genteng, permintaan produk mengalami peningkatan seiring dengan semakin intensifnya pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat.

Salah satu pengusaha yang merasakan langsung dampak tersebut adalah Hj. Nurhasanah, pengrajin genteng dari sentra produksi genteng di Majalengka, Jawa Barat. Bersama dua saudara perempuannya, ia melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis oleh ibunya sejak puluhan tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Nurhasanah menyebut permintaan genteng dari berbagai daerah meningkat cukup signifikan. Pesanan datang dari sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal, sehingga kapasitas produksi harus terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Produksi Ribuan Genteng Setiap Pekan

Saat ini, pabrik genteng milik keluarga Nurhasanah mempekerjakan sekitar 150 orang pekerja. Namun jumlah tersebut masih dirasakan belum cukup untuk memenuhi tingginya permintaan. Sebagian besar tenaga kerja yang ada pun merupakan pekerja berusia lanjut, sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor industri lain.

“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan,” ujar Nurhasanah.

Dalam proses produksinya, usaha genteng keluarga ini menggunakan 12 mesin press dan mampu menghasilkan sekitar 16.000 keping genteng setiap minggunya. Produk tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Dari aktivitas usaha tersebut, Nurhasanah mampu mencatatkan omzet sekitar ratusan juta rupiah per bulan.

Dukungan Permodalan dari KUR BRI

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, Nurhasanah mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam hal permodalan. Hal ini karena usahanya telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Menurutnya, kerja sama dengan BRI telah berlangsung selama empat tahun terakhir dan memberikan dukungan penting bagi keberlanjutan usaha keluarga tersebut.

“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ungkapnya.

BRI sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk bagi para pengrajin genteng yang menjadi bagian dari ekosistem sektor perumahan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI siap mengambil peran strategis dalam mendukung program gentengisasi melalui pembiayaan KUR serta memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dan pasar.

Menurutnya, BRI dapat berperan sebagai jembatan antara pengrajin genteng dengan pihak pembeli atau pengembang perumahan, sehingga rantai pasok dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Hery menambahkan bahwa bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari ekosistem KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI. Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses bagi UMKM.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya