Liputan6.com, Jakarta - BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara guna memperkuat riset dan inovasi untuk pengembangan industri sawit dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangannnya di Jakarta, menyampaikan langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi produk, hingga mendorong hilirisasi serta diversifikasi produk berbasis sawit.
Advertisement
"Masa depan industri sawit tidak hanya pada produksi minyak sawit mentah, tetapi pada hilirisasi dan pengembangan bioproduk bernilai tambah tinggi," kata Arif, melansir Antara, Jumat 13 Maret 2026.
Selanjutnya, Arif menjelaskan dukungan ilmmu pengetahuan dan teknologi menjadi peran utama agar industri sawit nasional dapat terus berkembang kompetitif dan berkelanjutan.
Menurut dia, hasil riset perlu didorong agar tidak hanya terhenti pada publikasi ilmiah saja, tetapi dapat diimplementasikan guna memberikan dampak yang nyata bagi industri pembangunan nasional.
"Di sinilah riset dan inovasi berperan untuk membuka peluang baru bagi industri sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan," ucap Arif.
Menurutnya,penguatan sawit perlu dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui peningkatan teknologi di sektor hulu ataupun pengembangan inovasi produk di sektor hilir.
"Penguatan industri sawit perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Di hulu kita masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam pengembangan teknologi dan peningkatan produktivitas. Sementara di hilir, peluang pengembangan inovasi dan bioproduk dari sawit sangat besar," terang Arif.
Kerja Sama Riset untuk Memperkuat Pengembangan Industri Sawit
Melalui kerja sama tersebut, BRIN dan PT Agrinas Palma Nusantara turut mendorong pembentukan pusat riset bersama serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas penelitian yang dimiliki kedua pihak untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis sains modern di industri kelapa sawit.
"Kami melihat banyak peluang inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung misi Agrinas Palma Nusantara dalam meningkatkan produktivitas serta memperkuat suplai sawit, baik untuk kebutuhan ekspor, energi, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Arif.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Kusdi Sastro Kidjan menegaskan perlunya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kedua pihak untuk mendorong produktivitas industri kelapa sawit nasional.
"Melalui lebih banyak diskusi dan sinergi, kami berharap Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dengan tingkat produktivitas yang tinggi," jelas Kusdi.