Komisaris Dharma Polimetal Beli 4,86 Juta Saham DRMA

Komisaris Dharma Polimetal membeli saham DRMA dengan harga Rp 850 per saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Maret 2026, 08:45 WIB
Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Noel Aelyo Laras Kusuma Negara menambah kepemilikan saham DRMA pada 9 Maret 2026. (Liputan6.com/HO/Dharma)

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Noel Aelyo Laras Kusuma Negara menambah kepemilikan saham DRMA pada 9 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (13/3/2026), Noel Aelyo Laras Kusuma Negara membeli 4.863.000 saham DRMA dengan harga Rp 850 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham itu sekitar Rp 4,13 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham DRMA, ia genggam 1,72% atau setara 81.138.700 saham DRMA dari sebelumnya 1,62% atau 76.275.700.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, harga saham DRMA turun 2,06% ke posisi Rp 950 per saham. Saham DRMA berada di level tertinggi Rp 975 dan terendah Rp 940 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 4,47 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,37% ke posisi 7.362,11. Indeks saham LQ45 susut 0,14% ke posisi 761,18. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.436,49 dan level terendah 7.323,74.Sebanyak 461 saham melemah sehingga bebani IHSG. 211 saham menguat dan 149 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.610.561 kali dengan volume perdagangan saham 26,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,4 triliun.

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.886. Namun, di tengah koreksi IHSG, investor asing  beli saham Rp 1 triliun. Dengan demikian, sepanjang 2026, investor asing jual saham Rp 8,73 triliun.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal turun 2,04%, dan pimpin koreksi. Sektor saham basic susut 1,44%. Kemudian, sektor saham energi terpangkas 0,55%, sektor saham industri merosot 0,49%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,07%.

Selain itu, sektor saham kesehatan merosot 0,51%, sektor saham properti terpangkas 1,38% dan sektor saham infrastruktur tergelincir 1,08%. Selain itu, sektor saham keuangan naik 0,03%, sektor saham teknologi melesat 0,91% dan sektor saham transportasi melonjak 1,26%.

 

Dharma Polimetal (DRMA) Akuisisi PT Mah Sing Indonesia

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengincar ekspansi komponen otomotif ke pasar luar negeri. (Foto: Dharma Polimetal)

Sebelumnya,emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tengah memproses finalisasi dokumentasi dan proses legal akuisisi terhadap PT Mah Sing Indonesia. Konfirmasi ini disampaikan Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 27 Oktober 2025.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (27/10/2025), langkah strategis ini dilakukan DRMA dalam rangka pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha Perseroan. Akuisisi ini ditujukan untuk beberapa hal, antara lain peningkatan pendapatan serta penambahan portofolio produk.

Secara spesifik, DRMAingin memperkuat lini bisnisnya di komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W). Saat ini, PT Dharma Polimetal Tbk dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif dan metal finishing.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, menyampaikan laporan informasi ini kepada OJK sebagai tindak lanjut atas pengumuman yang telah dilakukan oleh PT Mah Sing Indonesia di media massa mengenai rencana akuisisi tersebut.

DRMA memastikan bahwa proses akuisisi ini dilakukan sesuai dengan kepentingan Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, syarat dan ketentuan dari dokumentasi akuisisi masih dalam tahap negosiasi dan pendalaman oleh Direksi Perseroan.

 

 

Nilai Akuisisi di Bawah 20 Persen Ekuitas

Pekerja memeriksa kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang. Perusahaan manufaktur komponen otomotif optimistis perpanjangan PPnBM dan tren penjualan kendaraan roda empat (4 wheeler/4W) yang mulai positif. (Liputan6.com/HO/Dharma)

Dharma Polimetal memberikan penjelasan rinci terkait nilai transaksi akuisisi PT Mah Sing Indonesia ini. Perseroan menegaskan bahwa nilai yang diusulkan untuk akuisisi berada di bawah ambang batas (threshold) transaksi material.

Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi akuisisi ini nilainya berada di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material.

Selain memastikan nilai transaksi yang wajar, DRMA juga menjamin bahwa proses akuisisi ini bersih dari potensi konflik.

"Sejauh pengetahuan kami, setelah dilakukan pemeriksaan dan penelusuran yang wajar, tidak terdapat potensi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan," jelas manajemen DRMA.

Perseroan berkomitmen untuk senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada peraturan di bidang Pasar Modal dan Perseroan Terbatas.

 

Sesuai UU

Pemberian penjelasan mengenai rencana akuisisi ini dilakukan oleh PT Dharma Polimetal Tbk sesuai dengan amanat peraturan yang berlaku di Pasar Modal Indonesia.

Laporan ini merupakan kewajiban Perseroan untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik. Selain itu, akuisisi ini juga dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Perseroan menjanjikan akan terus memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada OJK serta publik seiring dengan perkembangan rencana akuisisi ini.

"Kami berharap informasi ini dapat memberikan kejelasan mengenai posisi PT Dharma Polimetal Tbk terkait rencana akuisisi yang telah diumumkan oleh PT Mah Sing Indonesia," tutup Irianto Santoso, Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya