Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam meningkatkan amal dan ibadah demi meraih berkah rida Allah di bulan Ramadhan. Agar keberkahan Ramadhan tak hilang seturut berlalunya bulan suci itu, umat Islam perlu memahami doa-doa yang bisa diamalkan setelah Ramadhan berakhir.
Merujuk buku Da'wah Islamiyah: Amalan Sesudah Bulan Ramadhan, Sukamto, Imam Mu'alla bin al-Fadhl mengungkapkan, para ulama berdoa kepada Allah selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima amal-amal shalih. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya doa dalam menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan.
Advertisement
Hal ini juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 186: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku..".
Berikut ini adalah doa-doa yang dapat diamalkan setelah Ramadhan berakhir, dilengkapi dengan teks Arab, latin, arti, penjelasan, dalil, serta pandangan ulama dari berbagai kitab.
1. Doa Memohon Keteguhan Hati (Ya Muqallibal Qulub)
Doa ini adalah yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Doa ini tercantum dalam karya Imam An-Nawawi, Al-Adzkar.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Latin: Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad dari Ummu Salamah, beliau menceritakan bahwa doa ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa hati manusia selalu berada di antara dua jari-jemari Allah. Maka, siapa saja yang Dia kehendaki, akan diberikan keteguhan dalam iman, dan sebaliknya.
2. Doa agar Tidak Condong kepada Kesesatan (Rabbana la tuzigh)
Doa ini diambil langsung dari Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 8.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahab lana min ladunka rahmatan, innaka antal Wahhab
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 8).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini mengandung permohonan agar Allah tidak membiarkan hati berpaling dari petunjuk setelah mendapat hidayah. Setelah Ummu Salamah menyebutkan doa "Ya Muqallibal Qulub", beliau pun membaca ayat ini sebagai penguat.
3. Doa Agar Hati Diarahkan kepada Ketaatan
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Latin: Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ila tha'atika
Artinya: "Ya Allah, Zat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu." (HR. Muslim)
Doa ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak mengarahkan hati hamba-Nya. Kita memohon agar hati selalu condong kepada ketaatan, bukan kepada kemaksiatan.
4. Doa Memohon Penerimaan Amal (Doa Nabi Ibrahim)
Doa ini diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS setelah selesai membangun Ka'bah, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Rabbana taqabbal minna, innaka antas sami'ul 'alim
Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 127)
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentu saja ikhlas dalam membangun Ka'bah, dan sudah jelas bahwa amalan beliau diterima oleh Allah. Meskipun begitu, Nabi Ibrahim tetap berdoa agar amalan beliau diterima.
Terlebih manusia biasa seperti kita, yang amalannya masih bolong-bolong dan terkadang tidak ikhlas, tentu juga harus berdoa. Maka setelah shalat, doa ini harus kita baca, diselipkan di antara doa-doa kita.
5. Doa Memohon Bimbingan, Kesempurnaan, dan Penerimaan Ibadah
Doa ini menggabungkan permohonan bimbingan, penyempurnaan kekurangan, dan penerimaan ibadah.
اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ، وَأَتْمِمْ تَقْصِيرَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Allahumma waffiqna li tha'atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami'ul 'alim. Wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil 'alamin
Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, dan para sahabatnya."
6. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Doa ini adalah doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini mencakup semua kebaikan di dunia dan akhirat. Setelah Ramadhan, kita memohon agar kebaikan yang telah kita raih di bulan suci terus berlanjut di dunia hingga akhirat.
7. Doa agar Dapat Bertemu Ramadhan Kembali
Para ulama salaf biasa memanjatkan doa ini setelah Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ الْمُقْبِلَ وَنَحْنُ فِي عَافِيَةٍ وَإِيمَانٍ وَيَقِينٍ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا
Latin: Allahumma ballighna Ramadhanal muqbila wa nahnu fi 'afiyatin wa imanin wa yaqinin wa anta radhin 'anna
Artinya: "Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan yang akan datang dalam keadaan sehat, beriman, yakin, dan Engkau ridha kepada kami."
8. Doa Melihat Hilal Awal Syawal
Menjelang masuknya bulan Syawal, dianjurkan membaca doa ketika melihat bulan sabit (hilal).
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى
Latin: Allahumma ahlilhu 'alainā bil-amni wal-īmāni, was-salāmati wal-islāmi, wat-taufīqi lima tuḥibbu rabbana wa tarḍā
Artinya: "Ya Allah, tampakkan bulan ini kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhai." (HR. Tirmidzi dan ad-Darimi)
Doa ini tercantum dalam karya Syaikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani, Kumpulan Doa dari Al-Quran dan Hadits.
Adab Berdoa Agar Dikabulkan
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin menjelaskan beberapa adab berdoa agar permohonan dikabulkan:
1. Memilih Waktu Mulia
Memilih waktu-waktu mustajab seperti malam Idul Fitri, waktu sahur, antara adzan dan iqamat, saat turun hujan, dan saat berpuasa.
2. Menghadap Kiblat
Saat berdoa hendaknya sambil menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan menundukkan pandangan. Setelah selesai, mengusap wajah dengan kedua tangan.
3. Bersuara Lirih
Berdoa dengan suara lembut, tidak mengeraskan suara secara berlebihan, sebagaimana firman Allah: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut." (QS. Al-A'raf: 55)
4. Hati yang Khusyu'
Berdoa dengan sikap rendah hati, khusyuk, serta penuh harap dan takut kepada Allah.
5. Yakin Akan Dikabulkan
Memiliki keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa dan akan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah bersabda: "Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. Tirmidzi)
6. Membaca Hamdalah dan Shalawat
Mengawali doa dengan memuji Allah (hamdalah) dan membaca shalawat kepada Nabi.
7. Tobat dan Ikhlas
Ini adalah adab batin yang menjadi pokok terkabulnya doa: bertaubat, mengembalikan hak orang lain yang terzalimi, dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah.
People also Ask:
10 hari terakhir Ramadhan, apa yang harus dilakukan?
Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mencari malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Hal ini, sebagaimana sabda beliau yakni “carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari).
Apa doa untuk hari terakhir Ramadan?
Doa Perpisahan Ramadan " Ya Allah, bulan Ramadan yang penuh berkah ini akan segera berakhir, bantulah aku untuk tetap teguh dalam agama-Mu . Berikanlah aku ilmu agama. Ya Allah, Engkau Maha Penyayang, ampunilah aku. Pilihkanlah untukku apa yang terbaik."
Apa doa akhir Ramadhan?
Bacaan Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhkan dari rahmat-Mu."
Apa yang harus dilakukan setelah Ramadhan berakhir?
Setelah Ramadhan berakhir, sering kali semangat ibadah menurun. Namun, bulan Syawal menawarkan kesempatan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan target ibadah harian, seperti membaca Al-Qur'an atau melakukan salat sunnah.
Bagaimana cara menghabiskan 10 hari terakhir Ramadan?
Sepuluh malam terakhir dikatakan dipenuhi dengan rahmat dan pengampunan Allah. Kegiatan sehari-hari di bulan Ramadan tetap dilakukan selama sepuluh malam terakhir, seperti berpuasa, membaca Al-Quran, dan shalat tarawih (shalat malam khusus Ramadan). Umat Muslim akan fokus pada pertobatan dan menghabiskan seluruh malam untuk beribadah, bukan tidur.