Inter Milan Diminta Waspada, Sacchi Lihat Tanda-Tanda Penurunan Performa Nerazzurri

Selisih poin AC Milan dan Inter Milan kini hanya tujuh angka. Arrigo Sacchi menilai performa Inter mulai menurun jelang akhir musim Serie A.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 12 Maret 2026, 19:41 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu bereaksi di laga melawan Liverpool di Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan menuju gelar Serie A 2025/2026 kembali memanas setelah derby panas akhir pekan lalu. AC Milan berhasil mengalahkan rival sekotanya yakni Inter Milan dan memangkas jarak di klasemen.

Kemenangan tersebut membuat selisih poin antara Milan dan Inter kini tinggal tujuh angka. Situasi ini membuka kembali peluang Rossoneri untuk menekan pemuncak klasemen.

Saat ini Milan berada di posisi kedua dengan koleksi 60 poin. Sementara itu Inter masih memimpin klasemen dengan 67 angka setelah 28 pekan Serie A berjalan.

Dengan 10 pertandingan tersisa, persaingan gelar masih sangat terbuka. Namun, Milan harus terus meraih kemenangan sambil berharap Inter terpeleset di sisa musim.


Inter Kini Hanya Punya Satu Misi

Cristian Chivu, pelatih kepala Inter Milan, tampak memberi arahan saat pertandingan Serie A kontra AC Milan di Milan, Italia, Senin (24/11/2025) dini hari. (AP Photo/Antonio Calanni)

Legenda pelatih Italia, Arrigo Sacchi, ikut menyoroti dinamika persaingan ini. Ia menilai situasi Inter sekarang cukup berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu.

Menurut Sacchi, Inter kini tidak lagi memiliki distraksi dari kompetisi lain. Hal itu terjadi setelah mereka tersingkir dari Liga Champions usai dikalahkan klub Norwegia, Bodo/Glimt.

Dengan kondisi tersebut, fokus skuad Inter Milan sepenuhnya tertuju pada perburuan gelar di Serie A. Sacchi percaya situasi itu bisa menjadi keuntungan, tetapi juga membawa tekanan besar.

“Inter hanya memiliki satu tugas: meraih poin dan mempertahankan selisih poin. Scudetto adalah satu-satunya tujuan yang tersisa, dan karena itu Nerazzurri akan memberikan segalanya untuk mencapainya,” ujarnya pada Gazzetta dello Sport.


Sacchi Beri Peringatan Pada Inter

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Meski masih memimpin klasemen, Sacchi merasa performa Inter belakangan tidak sekuat sebelumnya. Ia melihat adanya tanda-tanda penurunan dibanding periode awal musim.

Situasi tersebut bisa menjadi celah bagi pesaing mereka. Terlebih, tekanan akan semakin meningkat seiring mendekatnya akhir musim.

Sementara itu, AC Milan harus memaksimalkan setiap pertandingan jika ingin menjaga peluang. Rossoneri juga berharap rival sekotanya melakukan kesalahan dalam beberapa laga ke depan.

“Namun, saya akui bahwa saya melihat mereka sedikit menurun dibandingkan periode lain di musim ini. Mungkin itu karena absennya beberapa pemain, atau mungkin mereka kurang bertekad dan efektif daripada sebelumnya. Karena alasan ini, mereka harus berhati-hati: hanya butuh sesaat untuk jatuh ke dalam tren negatif, dan kemudian memulihkannya menjadi masalah," seru Sacchi.

(Gazzetta dello Sport)


Klasemen Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya