Liam Rosenior Bela Kiper Chelsea Usai Kekalahan Telak dari PSG

Liam Rosenior membela Filip Jorgensen setelah sang kiper melakukan kesalahan saat Chelsea kalah dari PSG di Liga Champions. Ia menilai timnya tampil baik selama

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 12 Maret 2026, 17:08 WIB
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup melawan Arsenal di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Liam Rosenior membela kiper Chelsea Filip Jorgensen setelah melakukan kesalahan fatal dalam laga melawan Paris Saint-Germain (PSG). Rosenior menilai kesalahan tersebut merupakan bagian dari sepak bola.

Chelsea kalah telak 2-5 saat bertandang ke markas PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan tersebut berlangsung pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

PSG meraih kemenangan melalui gol Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Vitinha, serta dua gol Khvicha Kvaratskhelia. Sementara Chelsea sempat dua kali menyamakan skor lewat Malo Gusto dan Enzo Fernandez.

Namun, kesalahan umpan dari Jorgensen pada menit ke-74 dimanfaatkan Vitinha untuk mencetak gol ketiga PSG. Setelah itu PSG menambah dua gol lagi sehingga unggul tiga gol menjelang leg kedua.


Rosenior Bela Jorgensen Usai Kesalahan

Kiper Chelsea asal Denmark bernomor punggung 12, Filip Jorgensen, kebobolan gol keempat timnya selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (ALAIN JOCARD/AFP)

Rosenior menegaskan kesalahan yang dilakukan Jorgensen merupakan hal yang biasa terjadi dalam sepak bola. Ia menolak menyalahkan sang kiper meski momen tersebut berpengaruh besar pada hasil pertandingan.

Pelatih Chelsea itu mengakui situasi tersebut memang terasa pahit bagi timnya. Namun ia menegaskan semua pemain bisa melakukan kesalahan.

"Pemain membuat kesalahan dan Filip bukan orang pertama yang melakukannya. Itu adalah bagian dari sepak bola, tetapi tentu saja rasanya pahit," kata Rosenior.

"Kesalahan itu terjadi ketika umpan buruknya dipotong lawan dan berujung gol ketiga PSG," lanjut Rosenior.


Rosenior Kecewa dengan Akhir Pertandingan

Duel Nuno Mendes dan Malo Gusto dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Rosenior mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan tersebut. Ia menilai Chelsea sebenarnya tampil cukup baik sepanjang sebagian besar laga.

Namun ia mengakui 15 hingga 20 menit terakhir pertandingan berlangsung sangat kacau bagi timnya. Situasi tersebut menurutnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih.

"Hasil ini sangat mengecewakan pada malam di mana sepanjang sebagian besar pertandingan saya sebenarnya sangat puas dengan penampilan tim," ujar Rosenior.

"15 hingga 20 menit terakhir sangat kacau dalam banyak aspek dan itu adalah tanggung jawab saya," tambah Rosenior.


Rosenior Minta Chelsea Tetap Tenang

Duel Joao Neves dan Cole Palmer dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Rosenior juga menilai timnya gagal menjaga ketenangan setelah menghadapi tekanan dari PSG. Ia menegaskan timnya harus belajar dari situasi tersebut.

Meski begitu ia tetap mengapresiasi sikap Jorgensen yang mengakui kesalahannya di ruang ganti. Rosenior menegaskan tim harus saling mendukung setelah pertandingan tersebut.

"Kemunduran bisa terjadi, tetapi Anda harus tetap tenang pada momen tersebut dan kami tidak melakukannya sehingga kami dihukum oleh tim yang sangat bagus," kata Rosenior.

"Kesalahan bisa terjadi. Semua orang membuat kesalahan dan yang harus kami lakukan adalah saling menjaga satu sama lain," tutup Rosenior.

Sumber: Flashscore


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya