Petrindo Jaya Kreasi Setop Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

Berikut pergerakan harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) usai mengumumkan lebih cepat tuntaskan buyback saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Maret 2026, 16:54 WIB
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan percepatan pengakhiran periode pembelian kembali atau buyback saham. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan percepatan pengakhiran periode pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dilakukan setelah harga saham perseroan stabil.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (12/3/2026), perseroan mempercepat berakhirnya periode pembelian kembali saham perseroan yang semula pada 3 Mei 2026 menjadi 11 Maret 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI. Perseroan menilai langkah ini dilakukan seiring harga saham perseroan telah stabil.

“Percepatan pengakhiran periode pembelian kembali saham perseroan ini karena kondisi pasar modal Indonesia serta harga saham perseroan telah relatif stabil,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan hal itu tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan perseroan.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 12 Maret 2026, harga saham CUAN merosot 5,75% ke posisi Rp 1.230 per saham. Harga saham CUAN dibuka turun lima poin ke posisi Rp 1.300 per saham. Saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.310 dan terendah Rp 1.230 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.511 kali dengan volume perdagangan 1.040.882 saham. Nilai transaksi Rp 131,8 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir 0,37% ke posisi 7.362,11. Indeks saham LQ45 merosot 0,14% ke posisi 751,18. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.436,49 dan level terendah 7.323,74. Sebanyak 461 saham melemah dan 211 saham menguat. 149 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.610.561 kali dengan volume perdagangan saham 26,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,4 triliun.

Chandra Asri Buyback Rp 2 Triliun, Harga Saham TPIA Melesat

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan membeli kembali atau buyback saham senilai Rp 2 triliun. Dana pembelian kembali saham TPIA itu akan berasal dari kas internal.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (4/2/2026), PT Chandra Asri Pacific akan buyback saham dengan jumlah saham yang dibeli maksimal 0,29% atau sebesar 250.000.000 saham dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.

"Jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali tetap akan memperhatikan jumlah saham free float Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan akan buyback saham dalam jangka waktu tiga bulan mulai hari ini, Rabu, 4 Februari 2026. Buyback saham akan rampung pada 3 Mei 2026. Untuk menggelar buyback saham, Perseroan telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas.

“Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan melalui perdagangan di BEI,” demikian seperti dikutip.

Chandra Asri melakukan buyback saham untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerha saham sesuai dengan kondisi fundamental Perseroan, menjaga stabilisasi harga saham Perseroan dan menjaga kepercayaan publik.

“Perseroan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja, pendapatan, dan pembiayaan Perseroan, karena Perseroan memiliki arus kas dan modal kerja yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha, belanja modal, dan pembelian kembali saham,”

Perseroan berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasury dengan memperhatian ketentuan POJK Nomor 29/2023.

Direktur dan Komisaris TPIA Mengundurkan Diri

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan pengunduran diri direktur dan komisaris perseroan pada 31 Desember 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2026), PT Chandra Asri Pacific Tbk mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Suwit Wiwattanawanich selaku direktur perseroan dan Santi Wasanasiri sebagai komisaris perseroan pada 31 Desember 2025.

Sesuai ketentuan Pasal 14 ayat 13 huruf (b) jo.18 ayat 17 huruf (b) AD dan pasal 8 ayat (3) jo.Pasal 27 POJK 33/2014, permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan terdekat seuai dengan peraturan yang berlaku serta Anggaran Dasar Perseroan.

Sebelum pengunduran diri tersebut diputuskan oleh RUPS dan berlaku efektif, Suwit Wiwattanawanich dan Santi Wasanasiri akan tetap wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, peraturan pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Mengutip laman Chandra Asri, Suwit Wiwattanawanich menjabat sebagai Direktur sejak November 2021. Warga negara Thailand ini memperoleh gelar Sarjana Teknik (Teknik Instrumentasi) dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand pada 1999.

Pria kelahiran 1970 ini memiliki pengalaman ekstensif di Thai Oil melalui berbagai jabatan yang dipegang antara lain Instrument Project Engineer pada 2005 hingga 2009, Technical Support/Reliability Team pada 2010, Instrument Engineering Manager pada 2011 hingga 2019, dan ditunjuk sebagai Instrument Engineering and Functional Digitizer Manager sejak 2019.

Sementara itu, Santi Wasanasiri menjabat sebagai komisaris perseroan sejak November 2021. Pria kelahiran 1965 ini memperoleh Gelar Sarjana Teknik Kimia dari Chulalongkorn University. Ia memiliki pengalaman luas dalam bidang keberlanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya