Program Masjid Ramah Pemudik Diluncurkan, 6.859 Masjid Siap Layani Musafir

Ribuan masjid di berbagai daerah telah disiapkan untuk memberikan layanan bagi pemudik yang melintasi jalur mudik nasional.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 11 Maret 2026, 20:34 WIB
Kementerian Agama menyiapkan sebanyak 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia untuk melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan sebanyak 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia untuk melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), yang dilepas oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas fungsi masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan pihaknya ingin menghidupkan kembali peran masjid agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan salat lima waktu. Masjid harus kembali pada fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wamenag.

Ia menjelaskan, ribuan masjid di berbagai daerah telah disiapkan untuk memberikan layanan bagi pemudik yang melintasi jalur mudik nasional.

“Kementerian Agama telah merumuskan layanan bagi para pemudik yang akan dilaksanakan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia, sebanyak 6.859 masjid,” lanjutnya.

Menurutnya, masjid yang berada di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” katanya.

Sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung kebutuhan pemudik, di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.

Selain itu, pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.

 

Sejumlah Rumah Ibadah Lintas Agama Juga Terbuka untuk Pemudik

Kementerian Agama menyiapkan sebanyak 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia untuk melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. (Istimewa)

Rohmad menambahkan, masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.

Untuk memudahkan masyarakat menemukan masjid selama perjalanan, Kementerian Agama juga menyediakan informasi lokasi masjid melalui aplikasi Pusaka Super Apps.

Melalui aplikasi tersebut, pemudik dapat mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sekaligus melihat rute perjalanan menuju tempat ibadah tersebut.

“Melalui aplikasi Pusaka, masyarakat dapat dengan mudah mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sehingga tetap dapat beribadah dengan nyaman selama perjalanan,” kata Abu Rokhmad.

Selain masjid, berbagai rumah ibadah lintas agama juga membuka diri sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.

Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan rumah ibadah lintas agama menunjukkan semangat kepedulian dan kerukunan antarumat beragama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Rumah ibadah pada dasarnya bersifat terbuka dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dapat memperoleh tempat singgah yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya