Liputan6.com, Jakarta - Film Kupilih Jalur Langit, dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 23 April 2026. Disutradarai oleh Archie Hekagery dan diproduksi oleh MD Pictures, film ini menyoroti tekanan pergulatan batin seorang istri yang bertahan dalam pernikahan dingin akibat suaminya belum melupakan masa lalu. Adapun naskah digarap oleh penulis Hanan Novianti, yang diadaptasi dari kisah viral karya konten kreator Eliza Sifa.
Film drama drama religi Indonesia, Kupilih Jalur Langit dibintangi oleh Azizi Asadel, Emir Mahira, Ratu Rafa, Ardit Erwandha, Neneng Risma Wulandari, Surya Saputra, Dina Lorenza, Irgi Fahrezi, dan Putri Ayudya.
Advertisement
Manoj Punjabi, CEO MD Entertainment, memberikan tanggapan positif terhadap film terbaru rumah produksinya yang berjudul Kupilih Jalur Langit. Ia mendeskripsikan inti cerita film ini yang bertema drama religius, cerita berfokus pada pernikahan muda yang sangat penting untuk memberikan perspektif mendalam tentang komitmen dan kejujuran bagi muda-mudi.
"Saat pertama kali mendengar kisah nyata dari Elizasifaa ini, saya langsung berpikir bahwa ini adalah kisah yang harus didengar oleh banyak orang di Indonesia," ungkapnya, dalam press junket film Kupilih Jalur Langit yang dihelat Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan "Terutama bagi mereka muda-mudi yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan, film ini memberikan perspektif mendalam tentang komitmen dan kejujuran."
Ungkapan Manoj Punjabi Tentang Film Terbarunya Kupilih Jalur Langit
Manoj Punjabi menyukai cerita yang dekat dengan masyarakat, seperti kisah perjuangan istri (Amira) melawan bayang-bayang masa lalu suaminya, yang diharapkan penonton dapat mengidentifikasi diri mereka. Film ini juga menonjolkan nilai-nilai agama dan budaya yang kuat, dengan fokus pada kekuatan karakter perempuan dalam situasi sulit.
Melalui poster resmi yang diluncurkan dalam acara yang sama, publik diperlihatkan pada kontras emosi yang tajam. Amira (Azizi Asadel) tampil mencolok dalam balutan busana merah yang melambangkan keberanian sekaligus cinta yang tulus. Namun, di belakangnya, Furqon (Emir Mahira) berdiri dengan tatapan kosong, sementara siluet Dara (Ratu Rafa) membayangi mereka berdua.
Visual ini menjadi sebuah perlambang bahwa dalam sebuah pernikahan, terkadang ada "orang ketiga" yang tidak hadir secara fisik, melainkan menetap di dalam ingatan yang belum selesai.