Candil Suguhkan Trilogi Lagu Ramadan, Angkat Perjalanan Spiritual Lewat Sinyalturahmi

Ada makna mendalam di balik tajuk Sinyalturahmi yang digagas Candil.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 13 Maret 2026, 07:35 WIB
Candil. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Musisi rock kenamaan Indonesia, Candil, kembali hadir menyapa para pendengar. Kali ini ia muncul dengan projek religi spesialnya yang diberi tajuk “Sinyalturahmi: Trilagu Ramadhan.”

Bukan sekadar merilis lagu religi seperti pada umumnya, penyanyi yang identik dengan suara melengkingnya ini menghadirkan konsep musikal, dengan menggabungkan berbagai genre musik dalam satu perjalanan spiritual. Sebagai bagian dari peluncuran karya barunya, Candil menggelar "Exclusive Intimate Hearing Session”.

Dalam kesempatan tersebut, Eks vokalis Seurieus Band ini membeberkan alasan di balik pemilihan aransemen yang tergolong tidak lazim untuk lagu-lagu bertema Islami. Candil menyebut projek ini sebagai perjalanan spiritualnya.

“Gue ingin Ramadan tahun ini punya warna yang beda, dari gahar, megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual gue yang gue sebut Sinyalturahmi,” ujar Candil di M Bloc, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

“Sinyalturahmi” sendiri merupakan sebuah narasi spiritual bagaimana manusia berusaha menyambungkan kembali “sinyal” yang terputus kepada Sang Pencipta. Konsep ini diwujudkan dalam 3 karya musik dengan karakter berbeda, yang dirilis secara bertahap untuk menemani perjalanan umat Islam dari awal Ramadhan hingga Idul Fitri.

Lagu pertama yang menjadi pembuka trilogi ini adalah “Yaa Ramadhan”, dengan mengusung energi Pop Rock penuh semangat. Lewat lagu ini, Candil jngin menularkan antusiasme positif dalam menyambut bulan suci melalui lengkingan vokalnya yang khas dan ikonik.

 

Aransemen Rock Metal Philharmonic Orchestra

Candil. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Memasuki fase pertengahan bulan, pendengar disuguhkan lagu berjudul “Dengan MU” yang menjadi puncak spiritual dari trilogi ini. Lagu tersebut dibalut aransemen Rock Metal Philharmonic Orchestra yang terasa megah, sekaligus dramatis untuk menyampaikan pesan-pesan kontemplatif yang mendalam.

Sebagai penutup, lagu “Bermaafan Bersalaman” hadir dengan nuansa Jazzy Bossa Orchestra yang memberikan kesan hangat dan sangat santai. Diperkuat oleh harmoni vokal latar perempuan, lagu ini menekankan pesan penting bahwa kemenangan sejati dalam Ramadhan adalah kemampuan manusia untuk saling memaafkan.

Keterlibatan Bubi Sutomo

Proyek eksplorasi genre ini tidak lepas dari peran tangan dingin Bubi Sutomo yang bertindak sebagai produser. Bubi menjelaskan bahwa sejak awal mereka berkomitmen untuk memberikan pengalaman mendengarkan musik religi yang jauh dari kesan membosankan.

“Justru kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang lebih luas, mulai dari pop rock, orkestrasi hingga sentuhan jazz dan bossa. Candil punya karakter vokal yang sangat kuat, dan itu kami dorong menjadi pusat energi dari trilagu ini,” jelas Bubi Sutomo.

Ingin Beri Warna Baru

Melalui proyek “Sinyalturahmi”, Candil ingin memberikan warna baru dalam lanskap musik religi di tanah air. Ia ingin membuktikan bahwa ekspresi keimanan bisa dituangkan melalui berbagai aliran musik, mulai dari distorsi gitar hingga harmoni orkestra yang tenang.

Candil berharap karya terbarunya dapat menjadi teman perjalanan spiritual yang bermakna bagi pendengarnya di seluruh Indonesia. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya