Liputan6.com, Bandung - Penyakit campak dapat dengan mudah menyebar tapi dapat dicegah dengan imunisasi seperti disampaikan dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropis, Profesor Anggraini Alam.
"Campak bisa dicegah dengan melengkapi imunisasi agar tentunya tidak menularkan atau tidak tertular. Kita harus kenal gejala campak dimulai dari adanya batuk pilek, kemudian mata berair disertai demam, waspada. Apalagi kalau di sekitarnya ada yang campak," ujar Anggraini dalam pertemuan daring 'Waspada Campak Deteksi Dini Tatalaksana dan Imunisasi Lengkap di Jawa Barat' ditulis Bandung, Kamis (12/3/2026).
Advertisement
Selain imunisasi campak, wanita yang juta Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan saat seorang anak terkena campak maka perlu mendapat vitamin A. Meski begitu pemberian vitamin A ini tidak dapat digantikan dengan mengonsumsi makanan lainnya.
Bila seorang anak mengalami komplikasi akibat campak maka perlu diberikan lebih dari satu kapsul.
"Bilamana bila gizi buruk atau komplikasinya berat maka diberikannya tiga kali vitamin A kapsul. Tidak bisa diganti dengan wortel. Mengapa vitamin A sangat penting? Karena vitamin A itu adalah yang membentuk lapisan epitel tubuh kita, saluran napas, di saluran cerna. Bilamana kena campak, maka si saluran itu akan rusak. Perlu vitamin A untuk memperbaikinya," terang Anggraini.
Anggraini meminta agar masyarakat segera melaporkan keberadaan individu yang sakit campak pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau fasilitas kesehatan terdekat dengan dibantu kader posyandu. Tujuannya agar sesegera mungkin menekan penularan campak di wilayah tersebut
Anggraini mengingatkan setiap individu melakukan imunisasi agar tidak tertular apalagi terdapat pasien campak di lingkungan tempat tinggalnya.
"Apakah bisa kita diimunisasi apabila sekitarnya ada campak? Bisa sesegera mungkin. Mudah-mudahan bisa melindungi dari penularan selanjutnya," kata Anggraini.
Anak Kena Campak, Biar yang Lain Tidak Tertular Bagaimana?
Salah satu cara mencegah penularan campak di dalam rumah adalah memisahkan anggota keluarga yang terpapar di ruangan tersendiri.
Lalu, selalu mencuci tangan, membuat ventilasi udara di rumah yang baik, menjalankan etika batuk dan bersin harus ditutup. Jika diperlukan menggunakan masker di rumah.
"Bilamana ternyata dalam rumah ada tenaga kesehatan, lebih baik itu dilakukan imunisasi campak bilamana belum pernah kena campak agar kita tidak tertular dari pasien," sebut Anggraini.
Bagi calon pasangan pengantin atau ibu hamil, diimbau sesegera mungkin diberikan imunisasi campak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi sebaran paparan selanjutnya.
Anak dengan Campak yang Perlu Dibawa ke RS
Bila diketahui adanya anggota anggota keluarga yang terinfeksi campak mengalami kondisi berat seperti sesak napas, tidak buang air kecil 5 jam, tidak mau minum hingga 6 jam, terlihat kering dan terdapat kejang, penurunan kesadaran agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Pada anak-anak atau orang-orang dengan gizi buruk atau komorbid, bawalah ke fasilitas kesehatan terdekat yang melakukan layanan rawat inap," tutur Anggraini.
Anggraini menuturkan cara merawat anak yang terpapar campak tanpa komplikasi di rumah yaitu tetap berhati-hati dengan memantau secara berkala, istirahat cukup, banyak minum cairan berasa.
Selain itu memberikan gizi seimbang, menjaga kebersihan, serta berikan antipiretik dan memberikan kompres hangat.
"Antipiretiknya cukup parasetamol saja. Jangan lupa tetap untuk mendapatkan vitamin A," ucap Anggraini