Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menerima cinderamata berupa layang-layang saat melakukan Safari Ramadan di Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).
Layang-layang tersebut diberikan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah yang dipimpin Gus Ulvi Musyaffa saat Kaesang bersama rombongan PSI berkunjung dalam rangka Safari Ramadan.
Advertisement
Layang-layang itu tampak berlatar merah dengan siluet bergambar wajah Kaesang.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ulvi meminta salah satu santri untuk menjelaskan makna dari layang-layang yang diberikan kepada Kaesang.
Santri tersebut menjelaskan bahwa layang-layang memiliki filosofi sebagai sesuatu yang dapat diterima oleh semua kalangan.
“Layang-layang ini filosofinya adalah suatu hal yang disukai semua kalangan. Baik anak kecil, muda, tua, bahkan tidak hanya di Indonesia, di luar negeri juga gitu,” kata budayawan Rafi Ananda.
“Jadi dalam berlayang-layang pun, semuanya itu gembira. Tidak ada orang layang-layang itu sedih, itu nggak ada,” lanjutnya.
Doa Untuk Kaesang
Mendengar penjelasan tersebut, Kaesang sempat menimpali dengan candaan.
“Saya sedih, soalnya pernah putus,” ujar Kaesang sambil tertawa.
Candaan itu langsung disambut tawa para tamu dan santri yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Ketua Harian PSI Ahmad Ali dan Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus.
Di akhir acara, pihak pesantren turut mendoakan agar Kaesang dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat dalam berbagai aktivitasnya, sebagaimana filosofi layang-layang yang diberikan.
“Oke, mantap. Emang sangat mantap lho Mas Kaesang, diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar santri tersebut.
“Amin, matur nuwun (terima kasih). Inggih, matur nuwun,” jawab Kaesang.