Prabowo Ingatkan Danantara Kembalikan Rp 800 Triliun ke Negara Setiap Tahun

Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan Danantara harus mengembalikan Rp 800 triliun ke negara.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 11 Maret 2026, 21:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Nuzulul Qu'ran Tingkat Negara di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bahwa sasaran pengembalian aset atau return-on-asset (RoA) kepada negara masih jauh.

Prabowo menyampaikan bahwa RoA Danantara saat ini sebesar 5 persen, sementara standar pengembalian aset perusahaan yang baik berada di kisaran 10 hingga 15 persen. Namun, dia memakluminya karena Danantara baru satu tahun berdiri.

"Perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," kata Prabowo dalam acara Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dengan RoA yang hanya 5 persen, kata Prabowo, Danantara setidaknya harus mengembalikan 50 USD atau sekitar Rp800 triliun kepada negara setiap tahunnya.

"Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah Mensesneg berapa? Berapa? Rp 800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," tuturnya.

Capaian Danantara

Kendati begitu, Prabowo meyakini Danantara mampu mencapai sasaran RoA yang ditargetkan. Terlebih, RoA Danantara tahun 2025 sudah naik lebih dari 300 persen dibandingkan sebelumnya.

"Saya yakin dan percaya kunci dari management yang baik adalah di hati, di jiwa. Karena itu dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh," jelas Prabowo.

"Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara, 50 miliar dolar minimal," sambung dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya