Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Jogja Solo akan mengoperasikan Jalan Tol Solo-Jogja-NYIA Kulonprogo segmen Prambanan-Purwomartani secara fungsional alias gratis saat musim mudik Lebaran 2026, pada 16-29 Maret 2026. Diperkirakan jalan tol itu dipadati 25.000 mobil
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo Rudy Hardiansyah mengatakan, Tol Prambanan-Purwomartani akan dibuka gratis satu jalur dari arah Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Meskipun begitu, ruas baru ini diperkirakan sangat dimanfaatkan oleh para pemudik, khususnya pada H-3 Lebaran.
Advertisement
"Kita fokusnya pada saat di Prambanan, traffic tertinggi itu 23.000 per hari (pada mudik Lebaran 2025). Dan untuk 2026 ini, kita prediksi tertingginya di 25.000. Dengan asumsi ada kenaikan sekitar 8 persen. Itu di tanggal 18 (Maret)," jelasnya di Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Kabupaten Sleman, Rabu (11/3/2026).
Meskipun bakal beroperasi sementara, Rudy mengingatkan agar pengguna jalan tetap berhati-hati. Lantaran progres pengerjaan Tol Prambanan-Purwomartani belum tuntas 100 persen.
"Ada bagian yang sudah full selesai, artinya marka dan semua perambuan sudah siap, tapi ada segmen yang masih berupa perkerasan sementara. Jadi ada yang masih berupa LC ya, Lean Concrete," terang dia.
Saat fungsional, para pengguna Tol Prambanan-Purwomartani ke arah Solo juga diminta bersiap atas adanya perpindahan jalur di GT Prambanan. Mobil yang berkendara di jalur kanan nantinya akan dipindahkan ke jalur kiri, lantaran Tol Solo-Jogja NYIA Kulonprogo telah operasional dua arah di pintu tol tersebut.
"Jadi kalau kita lihat nanti, trafik yang masuk dari Purwomartani ini ke arah Solo, itu akan pindah jalur di sekitar Km 41, itu masuk ke jalur B, jalur ke arah Solo. Jadi disitu harus diantisipasi untuk adanya perpindahan jalur, yang harus ada mengikuti perambuan yang sudah kami siapkan," imbuhnya.
Batas Kecepatan 40 Km per Jam
Rudy juga meminta pengguna tol gratis ini untuk menjaga laju kendaraan di batas kecepatan maksimal 40 km per jam. Lantaran pengoperasian Tol Prambanan-Purwomartani masih bersifat sementara dan belum tuntas 100 persen.
"Kecepatan untuk jalan fungsional ini kita batasi maksimal di 40 km per jam. Kita juga khawatir memang ada segmen yang sudah sangat siap, sehingga ada kemungkinan di segmen itu pengguna jalan akan memacu ke darahnya lebih kencang," ungkapnya.
"Tapi secara perambuan, kami akan mengingatkan di beberapa titik perambuan yang terkait dengan operasional-fungsional ini hanya kecepatan maksimal di 40 km per jam. Yaitu semua demi keselamatan kita bersama," ujar Rudy.