Penampakan Barang Bukti Pelaku Pembunuhan di Bekasi dan Depok, Ada Linggis hingga Tali

Dalam kasus pembunuhan di Pondok Gede, polisi menunjukkan sebuah linggis yang digunakan tersangka S (28) untuk menghabisi korban Ermanto Usman (65). Selain itu, polisi juga menyita barang bukti lain berupa laptop, uang, dan telepon genggam.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 11 Maret 2026, 16:34 WIB
Sejumlah barang bukti dari kedua kasus tersebut dipamerkan dalam konferensi pers di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026). (Liputan6/Rifqy Alief)

Liputan6.com, Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Pondok Gede, Bekasi, dan Limo, Depok. Sejumlah barang bukti dari kedua kasus tersebut dipamerkan dalam konferensi pers di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026).

Dalam kasus pembunuhan di Pondok Gede, polisi menunjukkan sebuah linggis yang digunakan tersangka S (28) untuk menghabisi korban Ermanto Usman (65). Selain itu, polisi juga menyita barang bukti lain berupa laptop, uang, dan telepon genggam.

Sementara dalam kasus pembunuhan di Limo, Depok, polisi menampilkan tali yang digunakan tersangka ARH (44) untuk membunuh korban DH (55).

Polisi juga memperlihatkan sejumlah foto barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di Limo, Depok, di antaranya pakaian korban dan karpet yang digunakan pelaku.

 

Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK

Pihak Polda Metro Jaya memperlihatkan sejumlah barang bukti terkait kasus pembunuhan dan pencurian terhadap Pensiunan JICT di Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya).

Diketahui, korban Ermanto Usman (65), seorang pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), tewas dibunuh oleh tersangka S (28). Polisi menangkap pelaku pembunuhan Ermanto di Bekasi, Jawa Barat.

Penangkapan dilakukan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ermanto diketahui merupakan Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Dia dikenal pula sebagai pengamat pelabuhan. 

Beberapa waktu terakhir, dia dikenal sebagai salah satu sosok yang mengungkap soal dugaan korupsi terkait pengelolaan di pelabuhan. Dugaan korupsi di perusahaan pelabuhan itu pun dibawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan pada kasus kedua di Limo, Depok, korban DH (55) dibunuh oleh ARH (44) yang diketahui merupakan suami siri korban.

Peristiwa itu terjadi setelah keduanya terlibat cekcok terkait persoalan rumah tangga.

Infografis mengenai kenali faktor-faktor risiko bunuh diri

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya