Laga ke-100 Arne Slot yang Pahit: Fakta Kekalahan Liverpool dari Galatasaray di Liga Champions

Liverpool kalah 0-1 dari Galatasaray pada leg pertama 16 Besar Liga Champions. Laga ke-100 Arne Slot diwarnai gol Mario Lemina, kontroversi VAR, dan kekalahan

oleh Asad ArifinDiterbitkan 11 Maret 2026, 16:41 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, bertepuk tangan kepada para pendukung di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray dan Liverpool, di Istanbul, Turki, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Emrah Gurel)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool harus menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB. Anak asuh Arne Slot tumbang dengan skor tipis 0-1 di Istanbul.

Hasil ini terasa semakin pahit karena menjadi pertandingan ke-100 Arne Slot sebagai pelatih Liverpool. Momentum bersejarah tersebut justru berakhir dengan kekalahan.

Secara keseluruhan, Slot mencatat statistik cukup solid bersama Liverpool. Dari 100 pertandingan, ia meraih 62 kemenangan, 16 hasil imbang, dan 22 kekalahan.

Namun, laga di Istanbul menunjukkan sejumlah masalah lama Liverpool kembali muncul. Selain kelemahan dalam situasi bola mati, pertandingan ini juga diwarnai drama VAR yang memicu kontroversi.


Gol Cepat Lemina dan Kelemahan Set-Piece Liverpool

Satu-satunya gol dalam laga tersebut lahir melalui Mario Lemina pada awal babak pertama. Gelandang Galatasaray itu mampu memaksimalkan situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Liverpool. (AP Photo/Khalil Hamra)

Atmosfer Stadion Galatasaray yang penuh tekanan langsung terasa sejak awal pertandingan. Dukungan fan tuan rumah menciptakan atmosfer yang sangat intens bagi Liverpool.

Tekanan itu berbuah cepat. Pada menit ketujuh, Mario Lemina mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan Galatasaray.

Gol tersebut berawal dari situasi bola mati. Victor Osimhen menyundul bola dari tendangan bebas Gabriel Sara sebelum Lemina berada di posisi yang tepat untuk menyambarnya melewati Giorgi Mamardashvili dari jarak dekat.

Gol ini sekaligus menyoroti kelemahan Liverpool dalam bertahan dari bola mati. Sepanjang musim ini, tim asuhan Arne Slot sudah kebobolan 10 gol dari situasi tendangan sudut.


Drama VAR dan Gol Liverpool yang Dianulir

Ekspresi Virgil van Dijk dalam laga Galatasaray vs Liverpool di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/2026). (AP Photo/Khalil Hamra)

Galatasaray sempat hampir menggandakan keunggulan. Victor Osimhen mencetak gol dari jarak dekat setelah kesalahan fatal Ibrahima Konate.

Namun gol tersebut dianulir. Baris Alper Yilmaz dianggap berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya gol, meskipun ia tidak menyentuh bola.

Liverpool juga sempat merasa telah menyamakan kedudukan pada menit ke-70. Bola dari sepak pojok Dominik Szoboszlai terlihat melewati garis gawang.

Akan tetapi, setelah pemeriksaan VAR yang panjang, gol itu dianulir karena bola dianggap mengenai lengan Konate dua kali, pertama dari sepak pojok dan kemudian setelah mengenai tumit Virgil van Dijk.

"Jika benar gol itu dianulir, yang sulit dinilai karena saya mendengar berbagai pendapat dari orang-orang, itu tidak sepenuhnya jelas tetapi mari kita katakan keputusan itu benar," kata Slot dikutip dari BBC Sport.

"Di Preimer League, lebih banyak hal yang diperbolehkan daripada di Liga Champions," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya