Liputan6.com, Jakarta - Personel satuan tugas khusus, termasuk penembak jitu (sniper) disiapkan di sepanjang ruas Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung). Kodam II/Sriwijaya dan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengambil langkah ini untuk menjamin keamanan pemudik Lebaran 2026.
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di jalur lintas utama Sumatera.
Advertisement
"Kami mengerahkan sniper atau penembak jitu dalam pengamanan arus mudik 2026," ujar Pangdam usai meninjau kondisi infrastruktur Tol Kayuagung bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Palembang, Rabu (11/3/2026). Dilansir Antara.
Penembak jitu akan difokuskan di titik-titik rawan yang jauh dari jangkauan permukiman. Serta lokasi yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi aksi pelemparan batu maupun premanisme jalanan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menambahkan, penempatan sniper di jalur rawan untuk memastikan para pemudik merasa lebih aman dan nyaman pada tahun ini.
"Segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasti kami tindak tegas," kata Kapolda.
Tol Dibuka Fungsional
Sebagai informasi, ruas Tol Palembang-Betung dijadwalkan mulai dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik pada 13 Maret 2026. Jalur ini merupakan koridor utama yang menghubungkan pergerakan kendaraan dari arah Lampung menuju Palembang dan wilayah Sumatera lainnya.
Sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, kesiapan Tol Kapal Betung memiliki peran krusial dalam mobilitas kendaraan antarprovinsi di kawasan Sumatera bagian selatan selama periode Lebaran ini.
Pengelola jalan tol juga memberlakukan diskon tarif sebesar 30 persen selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran yang berlaku secara otomatis atau tanpa persyaratan tambahan.