Hansi Flick Berang: Barcelona Banyak Lakukan Kesalahan Dasar Saat Ditahan Imbang Newcastle

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengkritik kesalahan elementer timnya saat imbang 1-1 lawan Newcastle. Ia kecewa pada lini tengah namun puji aspek pertahanan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 11 Maret 2026, 10:43 WIB
Lamine Yamal melakukan tendangan ke arah gawang dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Newcastle vs Barcelona di St James Park, 11 Maret 2026. (Steve Welsh/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa anak asuhnya gagal menunjukkan performa maksimal saat bertandang ke markas Newcastle United. Dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka 1-1.

Juru taktik asal Jerman tersebut menyoroti banyaknya kesalahan dasar yang dilakukan para pemain Blaugrana di sepanjang pertandingan. Ia merasa performa tim tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.

Identitas permainan bola pendek yang menjadi ciri khas tim justru sering terpatahkan di tengah jalan. Hal ini terjadi akibat tekanan tinggi atau pressing ketat yang diterapkan oleh tim tuan rumah.

Flick tampak menunjukkan kekecewaannya terhadap alur distribusi bola timnya yang terasa sangat kaku. Pemandangan tersebut terlihat jelas selama laga berlangsung di Stadion St James Park.


Kesalahan Fatal di Lini Tengah

Striker Newcastle United asal Denmark, William Osula (kiri), berebut bola dengan bek Barcelona asal Spanyol, Gerard Martin, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. Menjamu Barcelona, Newcastle United harus puas dengan hasil imbang 1-1. (Paul ELLIS/AFP)

Newcastle United sukses memancing para pemain Barcelona untuk melakukan serangkaian kesalahan individu di area yang krusial. Strategi ini terbukti efektif dalam merusak ritme permainan tim tamu.

Strategi transisi cepat yang diperagakan tim lawan benar-benar membuat barisan gelandang Barcelona kewalahan. Akibatnya, mereka sering kehilangan kendali permainan di momen-momen penting.

"Kami tidak memainkan pertandingan yang bagus saat sedang memegang bola," ungkap Hansi Flick dalam komentarnya. Ia merasa timnya tidak cukup tenang dalam menguasai keadaan.

"Kami kehilangan penguasaan bola terlalu sering dan melakukan banyak sekali kesalahan," sambung mantan pelatih timnas Jerman tersebut. Ia menilai koordinasi antar pemain masih menjadi masalah besar.

Flick berpendapat bahwa Newcastle memang sengaja menunggu momen pemulihan bola untuk melancarkan serangan balik yang kilat. Lawan dinilai sangat jeli dalam memanfaatkan celah yang ditinggalkan pemain Barcelona.

"Itulah yang diinginkan Newcastle United. Mereka merupakan tim yang selalu mencari celah dari proses recovery dan transisi," tegas sang pelatih.


Sisi Positif di Balik Performa Buruk

Intensitas permainan tetap terjaga tinggi hingga pengujung paruh pertama. Meski kedua tim saling berganti melakukan percobaan serangan, skor kacamata bertahan hingga jeda turun minum. Tampak dalam foto, gelandang Newcastle United asal Italia, Sandro Tonali (kiri), berebut bola dengan gelandang Barcelona asal Spanyol, Fermin Lopez, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Meskipun barisan penyerang terlihat tumpul, Flick tetap memberikan apresiasi tinggi bagi lini belakang Barcelona. Sektor pertahanan dianggap tampil lebih disiplin dibandingkan lini tengah dan depan.

Organisasi pertahanan yang militan dianggap menjadi faktor kunci yang menyelamatkan Barca dari kekalahan. Berkat kesolidan tersebut, mereka terhindar dari hasil yang lebih buruk di laga tandang.

"Hal yang ingin saya puji dari tim saya hari ini adalah fakta bahwa kami bertahan bersama-sama," ujar Flick. Ia melihat adanya semangat kebersamaan saat tim ditekan lawan.

"Secara defensif kami tampil sangat bagus dan itulah poin yang membuat saya merasa puas," tambahnya. Ia menilai aspek ini sebagai modal berharga untuk leg kedua.

Pertandingan dengan intensitas tinggi ini juga menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda, Xavi Espart. Flick secara khusus memuji keberanian sang pemain yang mampu memberikan pengaruh positif di bawah tekanan besar.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya