Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Maret 2026: MDKA, AADI, MEDC, hingga AMRT

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan saham Rabu, (11/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Maret 2026, 09:00 WIB
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham, Rabu (11/3/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham, Rabu (11/3/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,41% tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 1,93 triliun pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBRI, TLKM, BBNI, BUVA dan BRMS.

“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Fanny menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.300-7.380 dan level resistance 7.500-7.560.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Trading Idea hari ini: EMAS, BULL, MEDC, AADI, SCMA, dan AMRT

  • EMAS Spec Buy dengan area beli di 7900-8000, cutloss di bawah 7725. Target dekat di 8125-8300.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 382-398, cutloss di bawah 376. Target dekat di 410-430.
  • MEDC Buy if Break 1730, dengan target dekat di 1765-1790. Cutloss di bawah 1690.
  • AADI Buy on Weakness dengan area beli di 10075-10275, cutloss di bawah 10050. Target dekat di 10450-10650.
  • SCMA Buy on Weakness dengan area beli di 230-240, cutloss di bawah 228. Target dekat di 252-268.
  • AMRT Spec Buy dengan area beli di 1420-1435, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1465-1500.  

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 10 Maret 2026

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Selasa, (10/3/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,41% ke posisi 7.440,91. Indeks saham LQ45 bertambah 1,25% ke posisi 759,94. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.499,82 dan level terendah 7.372,82. Sebanyak 534 saham menguat sehingga angkat IHSG. 190 saham melemah dan 93 saham diam di tempat.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah. Selain itu, penguatan indeks bursa wall street dan Asia serta technical rebound.

Pada perdagangan Selasa, pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level 87,35 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level 91,05 dolar AS per barel.

Ia menuturkan, melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah “very complete”

“Data ekonomi dalam negeri, data penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen year on year (yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 3,5 persen pada Desember 2025, serta lebih baik dibandingkan perkiraan yang sebesar 4 persen (yoy),” ujar dia.

Sementara itu, penjualan ritel pada Februari 2026 diperkirakan juga akan berakselerasi seiring dengan adanya Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dari Amerika Serikat (AS), investor menantikan data inflasi bulan Februari 2026, yang diperkirakan stabil di level 2,4 persen (yoy), sedangkan untuk core CPI diperkirakan stabil di level 2,5 persen (yoy).

Sektor Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Total frekuensi perdagangan saham 2.027.867 kali dengan volume perdagangan saham 36,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,2 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.845.

Dari 11 sektor saham, 10 sektor saham menghijau dan satu sektor saham melemah. Sektor saham teknologi turun 0,04%. Sementara itu,  sektor saham basic melonjak 4,42% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 2,06%, sektor saham industri menanjak 2,86%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,97%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal bertambah 2,58%, sektor saham kesehatan melesat 0,82%, sektor saham keuangan bertambah 0,99%. Lalu sektor saham properti menanjak 2,17%, sektor saham infrastruktur bertambah 1% dan sektor saham transportasi mendaki 2,29%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya