Pasar Bergairah, Penjualan Mobil di Indonesia Tembus 78 Ribuan Unit pada Februari 2026

Pasar mobil di Indonesia, perlahan tapi pasti telah menunjukan perbaikan. Hal itu bisa dilihat dari penjualan pada Februari 2026 yang mengalami peningkatan

oleh Arief AszhariDiterbitkan 11 Maret 2026, 12:21 WIB
Keriuhan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).

Liputan6.com, Jakarta - Pasar mobil di Indonesia perlahan mulai menunjukan peningkatan penjualan pada tahun ini. Bahkan, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik secara retail (dealer ke konsumen) ataupun wholesale sales (pabrik ke dealer) sama-sama mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dari segi retail, penjualan mobil pada Februari 2026, berhasil tembus di angka 78.219 unit, atau naik 16,7 persen dibandingkan Januari 2026, yang mencatatkan penjualan sebanyak 67.009 unit. Sedangkan dari sisi wholesales, tercatat sebanyak 81.159 unit atau naik 22,1 persen dibandingkan Januari 2026, yang hanya sekitar 66.472 unit.

Berbicara total penjualan sepanjang Januari dan Februari 2026, untuk retail mencapai 145.228 unit atau naik 8,45 persen dibandikan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 133.901 unit.

Sementara itu, untuk total wholesales Januari dan Februari 2026, tercatat sebesar 147.631 unit atau mengalami kenaikan 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di angka 133.901 unit.

Sebelumnya, Gaikindo sendiri telah menetapkan target penjualan kendaraan roda empat pada 2026, sebesar 850 ribu unit. Angka tersebut, sudah menjadi kesepakatan internal, antara pelaku industri otomotif Tanah Air.

"Jadi, pada dasarnya kita kemarin sudah sepakat, pada tahun ini kita mematok target sebanyak 850 ribu unit," ujar Sekretaris Gaikindo, Kukuh Kumara, saat ditemui di sebuah diskusi yang digelar oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), di Jakarta, belum lama ini.

Dinamika Pasar Otomotif Indonesia

Meski target sudah ditetapkan, Kukuh menyatakan bahwa angka tersebut bisa berubah tergantung dinamika pasar dan kebijakan baru yang mungkin muncul.

"Kalau misalnya ada perkembangan baru, ada kebijakan baru, ya mungkin kita akan lihat lagi," tambahnya.

Gaikindo sendiri, melihat sejumlah peluang, sekaligus tantangan yang bisa mempengaruhi target penjualan pada tahun ini.

Salah satunya, adalah momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri, yang secara tradisional mampu meningkatkan minat pembelian kendaraan.

Namun, libur panjang itu juga mengurangi hari kerja di pabrik sehingga berpotensi menekan produksi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya