Harga Minyak Dunia Anjlok 10% Usai Melesat, Ini Pemicunya

Harga minyak WTI dan Brent kompak turun pada Selasa, (10/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Maret 2026, 00:03 WIB
Harga minyak dunia turun lebih dari 10% pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Berikut sentimennya. (Ina FASSBENDER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia turun lebih dari 10% pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Koreksi harga minyak terjadi seiring pasar mengantisipasi pelepasan cadangan minyak mentah darurat untuk mengatasi gangguan pasokan yang dipicu perang Iran.

Mengutip CNBC, Selasa (10/3/2026), harga minyak Brent merosot 10,47% menjadi USD 88,60 per barel pada pukul 10:59 pagi ET. Harga minyak mentah Amerika Serikat terpangkas 11,24% menjadi USD 84,12 per barel. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sempat melonjak hingga hampir USD 120 pada Senin pekan ini.

Badan Energi Internasional akan mengadakan pertemuan luar biasa pada Selasa untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat. Lebih dari 30 negara anggota adalah negara-negara maju di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut. Mereka secara kolektif menyimpan 1,2 miliar barel minyak sebagai cadangan.

Perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah minyak, menurut analisis oleh Rapidan Energy. CEO Saudi Aramco memperingatkan perang tersebut akan memiliki "konsekuensi bencana" bagi pasar.

"Meskipun kita telah menghadapi gangguan di masa lalu, ini adalah krisis terbesar yang pernah dihadapi industri minyak dan gas di kawasan ini,” kata CEO Aramco, Amin Nasser, pada Selasa.

Presiden Donald Trump memperingatkan pada Senin kalau Iran akan dihantam “dua puluh kali lebih keras” jika mencoba menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz yang sangat penting. Lalu lintas melalui Selat tersebut telah terganggu parah karena para pengirim minyak khawatir akan serangan dari Iran, sehingga kapal-kapal tetap berlabuh.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

 

 

Selat Hormuz

Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Terletak di antara Oman dan Iran, Selat tersebut merupakan jalur transit vital bagi pasar energi global. Sekitar 13 juta barel melewati jalur air tersebut pada 2025, yang menyumbang sekitar 31% dari aliran minyak laut global, menurut Kpler. Selat ini menghubungkan produsen utama Teluk, termasuk Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, ke Teluk Oman dan Laut Arab.

"Untuk saat ini, pasar tampaknya bertaruh bahwa situasi ini tidak akan berlangsung lama dan navigasi melalui Selat pada akhirnya akan dipulihkan, ujar Presiden Rapidan Energy Group, Bob McNally.

"Saya pikir ada banyak optimisme di pasar," kata McNally.

"Kita melihatnya hari ini dengan jatuhnya harga minyak akibat apa yang dulu kita sebut intervensi verbal dari presiden.”

Ia menuturkan, pasar masih berjuang untuk memproses skala gangguan tersebut. Para pedagang berasumsi selama beberapa dekade bahwa tidak ada negara yang akan diizinkan untuk menutup Selat tersebut. Fakta hal itu terjadi sama sekali “benar-benar bencana dan tidak terduga,” kata analis tersebut.

Meskipun komentar Trump telah mengangkat pasar, Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates, mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan konkret.

"Kita harus menunggu dan melihat bagaimana Iran menanggapi komentar Presiden dan apakah Iran akan menyerang infrastruktur minyak dalam beberapa jam mendatang,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya