2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Masih Negosiasi, Doain Ya

Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) pengangkut minyak mentah tertahan di sekitar Selat Hormuz.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 10 Maret 2026, 16:30 WIB
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), turut ambil peran dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan membantu kegiatan towing atau menarik kapal FSO Pertamina Abherka dari perairan Batam menuju lapangan Poleng, di lepas pantai Jawa Timur.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara mengenai dua kapal milik Pertamina yang tertahan di sekitar Selat Hormuz. Menurutnya, proses negosiasi sedang berjalan dan diharapkan segera selesai.

Dia mengamini dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu mengangkut minyak mentah. Adapun, keduanya masih berada di kawasan Teluk Arab.

"(Bawa) Crude minyak ya. Ada dua kapal, dua kargo. Dua kargo, secara speknya," kata Bahlil, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Diketahui, perang antara Amerika Serikat - Israel dan Iran membuat jalur perdagangan Selat Hormuz diblokade. Sehingga, sebagian kapal masih tertahan seiring eskalasi konflik.

Bahlil mengatakan, sudah ada negosiasi yang berjalan. Harapannya, dua kapal PIS sudah bisa melewati Selat Hormuz.

"Tapi sudahlah, itu masih dalam negosiasi kok. Insya Allah sebentar lagi, doain ya, sebentar lagi selesai," sebutnya.

 

Dua Kapal Tertahan

Sebanyak 189 kapal yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menggunakan bahan bakar biodiesel B40 sejak Januari 2025. (Dok Pertamina)

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan dua kapal telah berhasil beranjak dari area konflik, yakni kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon. Sementara itu, dua lainnya masih tertahan.

"Saat ini, terdapat 2 unit kapal yang masih beroperasi di kawasan Timur Tengah yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab. Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," ujar Vega dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

 

Pantau Lokasi Kapal

Vega menjelaskan, PIS terus melakukan pemantauan intensif 24/7 secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja.

"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya