Pemprov DKI Bakal Terapkan Car Free Night Saat Malam Takbiran Idulfitri

Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan Car Free Night pada malam takbiran Idulfitri dengan melarang kendaraan pribadi melintas.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 Maret 2026, 12:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengulas mulai dari monorel hingga Jakarta International Stadium (JIS). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan Car Free Night pada malam takbiran Idulfitri dengan melarang kendaraan pribadi melintas mulai pukul 22.00 WIB.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kebijakan itu telah disetujui sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di ibu kota yang disiapkan Pemprov DKI untuk menyemarakkan suasana menjelang Idulfitri.

"Saya sudah menyetujui untuk malam itu (takbiran) mulai dari jam 10 malam, kita akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night," ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Kendati belum merinci kawasan mana saja di ibu kota yang ditetapkan sebagai lokasi Car Free Night, Pramono memastikan layanan transportasi publik tetap akan beroperasi untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.

"Jadi tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi TransJakarta tetap beroperasi sehingga orang bisa beraktivitas karena itu sudah jam 10 malam," ucap Pramono.

Selain Car Free Night, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kegiatan lain untuk menyemarakkan malam takbiran di ibu kota. Salah satunya festival bedug hingga pawai obor.

"Kemudian pada tanggal 19 akan ada Festival Bedug malam hari dan juga Pawai Obor," jelas Pramono.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang perayaan Ramadan yang meriah sekaligus tertib bagi masyarakat Jakarta menjelang Hari Raya Idulfitri.

 

Pramono Ingin Warga Bisa Ekspresikan Hari Besar Keagaamaan di DKI: Semua Harus Mendapatkan Ruang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo ingin menghadirkan ruang untuk semua keyakinan agar bisa mengekspresikan dan merayakan hari besar keagamaannya di ibu kota.

Salah satunya adalah dengan mengadakan gelaran Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi yang akan digelar Minggu (8/3) di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

"Memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini," kata Pramono saat dijumpai di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Maret 2026 seperti dilansir Antara.

Pramono mengatakan, untuk pertama kalinya kawasan Bundaran HI akan dipasang penjor. Adapun penjor merupakan sebuah bambu tinggi melengkung yang dihias janur, hasil bumi, dan kain (putih/kuning).

Penjor diketahui merupakan simbol gunung suci (Gunung Agung) dan naga (naga Basuki/Taksaka/Ananta Bhoga) sebagai perwujudan rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran.

Dengan diadakannya acara ini di Jakarta, Pramono ingin menunjukkan bahwa kota ini merupakan tempat yang menghargai keberagaman.

"Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita," ucap Pramono.

Adapun gelaran Pawai Ogoh-Ogoh akan dimulai pukul 06.30 sampai 09.00 WIB. Rute yang akan dilewati meliputi Pintu Barat Daya Monas, menyusuri Jalan MH Thamrin, hingga kembali lagi.

 

Rangkaian Kegiatan

Foto lansekap Ibu Kota dengan latar depan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/11). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan mengubah pergub terkait larangan kegiatan keagamaan di Monas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati memaparkan panitia nantinya akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan terbagi dalam empat klaster utama yakni kegiatan keagamaan (Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, Ngembak Geni).

Lalu kegiatan sosial dan kemasyarakatan, festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi sebagai silaturahmi pasca-Nyepi.

Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, dan dihadiri umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara, Tawur Agung dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.

Selain itu, panitia juga mengadakan kegiatan sosial dan budaya, seperti:

• Bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis

• Seminar literasi keuangan dan UMKM

• Festival budaya dan parade Ogoh-ogoh di ruang publik

• Mendukung citra Jakarta sebagai kota toleran dan berbudaya.

Infografis Mudik Gratis Lebaran 2026 DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya