Ancaman Trump ke Iran: Serangan 20 Kali Lebih Keras Jika Ganggu Pengiriman Minyak di Selat Hormuz

Ancaman ini disampaikan oleh Trump di platform media sosial pribadinya Truth Social.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 10 Maret 2026, 13:06 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa setiap upaya untuk menghentikan aliran minyak di jalur vital tersebut akan memicu respons militer yang jauh lebih keras dari Washington.

Dalam pernyataannya pada Senin melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengatakan Amerika Serikat siap memberikan serangan balasan yang jauh lebih besar dibandingkan operasi militer sebelumnya.

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump, dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa (10/3/2026).

Ia juga menyebut bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran yang menurutnya “mudah dihancurkan”. Trump mengatakan serangan semacam itu berpotensi melumpuhkan kemampuan Iran untuk membangun kembali infrastruktur militernya.

“Kematian, api, dan amukan akan menimpa mereka — tetapi saya berharap, dan berdoa, hal itu tidak terjadi,” tambahnya.

Trump membingkai peringatannya sebagai langkah untuk melindungi perdagangan global, terutama pengiriman energi yang melewati Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia karena menjadi penghubung utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Ia juga menyebut langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur tersebut, termasuk China.

“Ini adalah hadiah dari Amerika Serikat untuk China, dan semua negara yang sangat menggunakan Selat Hormuz. Mudah-mudahan ini menjadi isyarat yang sangat dihargai,” tulisnya.

Selat Hormuz selama ini menjadi titik strategis dalam perdagangan energi global. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut sebelum dikirim ke pasar internasional, sehingga setiap potensi gangguan di kawasan itu dapat berdampak besar terhadap harga energi dunia.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya