Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak yang ikut mudik bersama orangtuanya menggunakan sepeda motor dan melalui Pelabuhan Ciwandan, akan mendapat hadiah. Hadiah akan diberikan saat mengantre masuk ke dalam kapal.
Hadiah itu diberikan agar anak-anak senang dan tidak menangis selama di perjalanan hingga sampai di kampung halaman untuk merayakan Idulfitri 2026.
Advertisement
"Selama periode angkutan lebaran ini, Pelindo Banten menyiapkan sekitar 8.000 paket goodiebag khusus untuk anak-anak yang ikut melintas melalui Pelabuhan Ciwandan," ujar General Manager PT Pelindo Regional II Banten, Benny Ariadi, Selasa, (10/03/2026).
Bagi anak-anak yang mau beristirahat, Pelindo II juga menyiapkan tempat bermain hingga ruang laktasi. Sehingga keluarga yang melakukan perjalanan bisa merasa nyaman saat menunggu masuk ke dalam kapal.
Pelabuhan Ciwandan yang biasanya digunakan sebagai dermaga logistik, selama arus mudik nanti akan berubah menjadi pengangkut penumpang dan kendaraan pemudik menuju Sumatera.
Lokasi Pelindo II itu akan memuat 2.500 sepeda motor di Lapangan C, 1.500 roda dua di Lapangan 001, 400 unit motor di Lapangan B. Kemudian 150 truk di Lapangan 005, dan 200 unit di Lapangan E.
Masyarakat yang kehabisan BBM, bisa membeli bahan bakar di dalam pelabuhan. Kemudian jika ada yang sakit, bisa mendatangi posko kesehatan yang tersedia.
Di dalam Pelabuhan Ciwandan juga tersedia pedagang dan tenda UMKM yang menjual beragam makanan, minuman hingga oleh-oleh.
"Pelindo Regional 2 Banten memastikan seluruh kesiapan operasional di Pelabuhan Ciwandan agar dapat mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026," jelasnya.
Waspada Jalan Gelap Gulita
Bagi pemudik yang hendak menuju Pelabuhan Ciwadan agar berhati-hati. Jalan Lingkar Selatan (JLS), Cilegon, Banten, terancam gelap gulita saat mudik Idul Fitri 2026 nanti. Penyebabnya, 64 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak bisa menyala, karena baterai hilang di curi hingga kabelnya putus.
JLS merupakan salah satu jalan yang digunakan pemudik sepeda motor menuju Pelabuhan Ciwandan untuk menyebrang ke Pulau Sumatera.
"Ada sekitar 64 tiang yang kabelnya dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Heri Suheri.
Masyarakat yang berkendara saat malam hari, harus ekstra waspada, karena gelap. Penerangannya mengandalkan lampu kendaraan maupun bangunan disepanjang JLS.
Pemudik maupun wisatawan yang tidak biasa melewati JLS, harus meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi gelap, jalanan yang licin, hingga curah hujan tinggi.
"Atas perintah Pak Wali Kota, kita akan pasang atau ganti lagi kabelnya. Mudah-mudahan tidak diambil lagi," terangnya.
Bagi siapapun diminta untuk tidak merusak maupun mencuri baterai PJU, agar penerangan tetap menyala di JLS dan tidak membahayakan bagi pengendara.
"PJU itu aset pemerintah dan masyarakat Kota Cilegon, mari kita jaga bersama," jelasnya.