Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan hakikatnya adalah madrasah (sekolah) yang mendidik jiwa dan membentuk karakter muslim sejati. Keberhasilan seseorang dalam menjalani 'pendidikan' selama sebulan penuh tidak diukur dari bagaimana ia beribadah di bulan Ramadhan saja, melainkan bagaimana perilakunya setelah Ramadhan berakhir. Oleh sebab itu, muslim perlu mengetahui kebiasaan baik Ramadhan yang wajib dipertahankan.
Merujuk Buku Amalan setelah Ramadhan karya Sukamto, Ramadhan melatih kita pada tiga hal fundamental: menahan hawa nafsu, membiasakan ibadah sunnah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Ketiga latihan inilah yang harus kita pertahankan dan kita jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari.
Advertisement
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama salaf biasa berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar Allah menerima amalan mereka, dan enam bulan berikutnya agar diberikan kekuatan untuk beribadah hingga Ramadhan berikutnya. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan baik Ramadhan yang wajib dipertahankan lengkap penjelasan mengenai keutamaan konsistensi dalam beribadah.
1. Puasa Sunnah, Melanjutkan Latihan Pengendalian Diri
Puasa adalah inti dari ibadah Ramadhan. Kebiasaan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama sebulan penuh harus terus dipraktikkan setelah Ramadhan melalui puasa-puasa sunnah.
Amalan pertama dan paling utama setelah Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164)
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala seperti puasa setahun diperoleh karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadhan 30 hari setara 300 hari, ditambah puasa Syawal 6 hari setara 60 hari, total 360 hari atau satu tahun Hijriyah .
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa puasa Syawal bukan hanya soal pahala, tetapi juga tentang keberlanjutan dalam ibadah. Beliau menyatakan bahwa membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya.
2. Memperbanyak Istighfar
Kebiasaan memohon ampun kepada Allah yang intensif di bulan Ramadhan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10: "Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.'".
Ibn Al-Qayyim dalam kitabnya menjelaskan memiliki rasa senang dan puas hanya karena melakukan suatu ketaatan adalah termasuk kesombongan pikiran dan kebodohannya. Sesungguhnya orang-orang yang tegar dan berilmu justru memperbanyak istighfar segera setelah setiap ibadah, karena mereka menyadari kekurangan mereka dan kegagalan mereka dalam memberikan hak Allah yang sesuai dengan Keagungan dan Kebesaran-Nya dalam ibadah tersebut.
3. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang mengiringi shalat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba'diyah). Kebiasaan ini sangat penting karena akan menutupi kekurangan dalam shalat wajib.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Jika ia menyempurnakannya, maka baiklah. Jika tidak, maka disampaikan: Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunah? Jika memiliki amalan shalat sunah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal shalat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi." (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadits lain, dari Ummu Habibah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa melaksanakan dua belas rakaat (shalat sunah) dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)
Ummu Habibah RA berkata: "Sejak aku mendengarnya dari Rasulullah SAW, aku tidak pernah meninggalkannya."
Para ulama menyebutkan keutamaan spesifik dari masing-masing shalat rawatib.
- Dua rakaat sebelum Subuh (Qabliyah Subuh) : Rasulullah SAW bersabda: "Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya." (HR. Muslim dan Tirmidzi)
- Empat rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur: "Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, dan Tirmidzi)
- Empat rakaat sebelum Ashar: Rasulullah SAW bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat empat rakaat sebelum ashar." (HR. Ahmad)
- Enam rakaat setelah Maghrib: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat (sunnah) enam rakaat setelah maghrib, di mana dia tidak membicarakan kejelekan di antara shalat-shalat itu, maka pahalanya sama dengan pahala ibadah selama dua belas tahun." (HR. Ibnu Majah, Khuzaimah, dan Tirmidzi)
- Empat rakaat setelah Isya': "Empat rakaat setelah isya' sama seperti shalat yang dilaksanakan pada malam lailatul qadr." (HR. Thabrani).
4. Membaca Al-Qur'an Setiap Hari
Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Tradisi tadarus yang hidup selama Ramadhan harus menjadi kebiasaan harian. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 20: "Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an." (QS. Al-Muzzammil: 20) (Sukamto, Amalan Sesudah Bulan Ramadhan, UII, 2024)
Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi para pembacanya." (HR. Muslim)
Dalam hadits lain: "Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." (HR. Tirmidzi)
Umat Islam perlu menetapkan waktu khusus setiap hari, seperti setelah shalat Subuh atau sebelum tidur, dan membaca dengan tadabbur (memahami makna ayat).
5. Menjaga Shalat Berjemaah di Masjid
Kebiasaan shalat berjemaah di masjid yang terbangun selama Ramadhan harus dipertahankan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 43: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Ayat ini memerintahkan kita tidak hanya menunaikan shalat, tapi juga melakukannya bersama orang-orang yang rukuk, yaitu secara berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan: "Barangsiapa pergi ke masjid di waktu pagi atau sore, maka Allah akan menyiapkan untuknya tempat tinggal di surga setiap kali dia pergi di pagi atau sore hari." (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Qiyamullail (Shalat Malam)
Ramadhan melatih kita bangun malam untuk shalat Tarawih dan Tahajud. Kebiasaan ini sangat dianjurkan untuk dipertahankan. Rasulullah SAW bersabda:
"Solat yang paling utama setelah solat fardu adalah solat malam." (HR. Muslim No. 1163) (Ebook "30 Inspirasi Ibadah Syawal")
Dalam hadits lain:
"Lakukanlah qiyamullail karena ia adalah kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu, ia mendekatkan kamu kepada Allah, menghapuskan dosa-dosamu, dan mencegah kamu daripada melakukan dosa." (HR. Tirmidzi No. 3549) (Ebook "30 Inspirasi Ibadah Syawal")
7. Bersedekah Secara Konsisten
Semangat berbagi yang meluap di bulan Ramadhan harus menjadi gaya hidup sepanjang tahun. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 3:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (Sukamto, Amalan Sesudah Bulan Ramadhan, UII, 2024)
Dalil dan Keutamaan:
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi, 1996).
Dalam hadits lain disebutkan: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim No. 2588).
Sediakan tabung sedekah di rumah dan membiasakan sedekah setiap hari walaupun hanya RM1 atau Rp1.000. Sedekah tidak terbatas pada uang, bisa berupa makanan, pakaian, atau bahkan senyuman.
8. Menjaga Silaturahmi
Ramadhan mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan. Kebiasaan ini harus terus dijaga. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan." (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain: "Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga silaturahim adalah amalan yang sangat ditekankan dalam Islam karena membuka pintu rezeki dan memanjangkan umur. Syawal adalah waktu terbaik untuk memulai kebiasaan ini.
9. Menuntut Ilmu
Kebiasaan menghadiri majelis ilmu dan kajian di bulan Ramadhan harus dilanjutkan. Rasulullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah, 2008).
Sukamto dalam bukunya Amalan Sesudah Bulan Ramadhan menjelaskan, dengan ilmu, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memahami agama dengan lebih baik. Dengan ilmu kita bisa membuka cendela dunia, artinya dengan ilmu kita bisa tahu perkembangan teknologi dan lain-lain.
10. Memperbanyak Dzikir
Kebiasaan lisan yang basah dengan dzikir selama Ramadhan harus dipertahankan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (Sukamto, Amalan Sesudah Bulan Ramadhan, UII, 2024).
Allah juga berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan mengingat Allah." (HR. Tirmidzi).
11. Berdoa dalam Setiap Kesempatan
Doa adalah inti ibadah. Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah inti ibadah." (HR. Tirmidzi)
Doa-doa harian yang dianjurkan, seperti doa sebelum tidur, doa bangun tidur, dan dzikir pagi petang perlu dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.
Keutamaan Konsistensi Ibadah dan Amal Setelah Ramadhan
Para ulama menyebutkan beberapa keutamaan menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan:
1. Tanda Diterimanya Amalan Ramadhan
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menjelaskan, membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya. Sebagaimana sebagian ulama berkata: 'Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Maka barangsiapa melakukan kebaikan kemudian diikuti dengan kebaikan lain, itu menjadi tanda diterimanya kebaikan pertama.
2. Menyelamatkan dari Sifat Munafik
Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Allah yang konsisten dalam ketaatan sepanjang tahun. Ramadhan memang telah berlalu, namun Rabb-nya Ramadhan, Allah Subhanahu wa Ta'ala, tetap hidup dan mengawasi kita setiap saat.
3. Mendapatkan Cinta Allah
Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah tidak melihat besar kecilnya amalan, tetapi konsistensi dan keikhlasan di dalamnya.
4. Menyempurnakan Ibadah Wajib
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ibadah sunnah berfungsi menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib. Shalat sunnah rawatib menutup celah-celah kekurangan dalam shalat fardhu, puasa sunnah menyempurnakan puasa Ramadhan, sedekah sunnah membersihkan harta dan jiwa.
5. Mendapatkan Keberkahan Waktu dan Rezeki
Silaturahmi dan sedekah yang dilakukan secara konsisten akan melapangkan rezeki dan memanjangkan umur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang telah disebutkan sebelumnya .
People also Ask:
7 kebiasaan Baik Apa Saja?
Tujuh kebiasaan baik utama yang sering disarankan di Indonesia adalah Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat/Cukup, yang dirancang untuk membentuk karakter kuat, kesehatan fisik dan mental, serta kecerdasan generasi muda Indonesia menjadi lebih baik dan produktif. Kebiasaan-kebiasaan ini menjadi fondasi penting untuk meraih masa depan yang cerah dan membangun karakter yang seimbang.
Apa saja perbuatan baik di bulan Ramadhan?
14 Amalan di Bulan Ramadhan, Pahala Berlipat Ganda!Perbuatan baik di bulan Ramadan meliputi ibadah rutin (puasa, salat Tarawih, tadarus Al-Qur'an, zikir, doa), meningkatkan sedekah dan zakat, serta perbuatan sosial seperti memberi takjil/sahur, menjaga lisan dan perbuatan, silaturahmi, dan i'tikaf, semuanya untuk meraih ketakwaan dan keberkahan.
Apa saja 10 kebiasaan baik?
Kebersihan Dasar
Masa kanak-kanak juga merupakan waktu terbaik untuk mengajarkan anak-anak tentang kebersihan dasar. Baik itu menyikat gigi dua kali sehari, mencuci tangan sebelum makan, mandi, atau melakukan aktivitas lainnya, pelajaran-pelajaran ini akan memastikan mereka tetap sehat.
Apa kebiasaan baik yang mulai kamu lakukan selama Ramadan?
10 Rekomendasi Kegiatan Selama Bulan Ramadan yang SeruMemberikan Sedekah.Mengikuti Kajian.Memasak Hidangan Berbuka dan Sahur.Membuat to-do list.Berjualan Takjil.Olahraga.Melakukan Hobi.Membaca Al-Qur'an.
Apa saja contoh kebiasaan baik?
Contoh kebiasaan baik meliputi menjaga kesehatan fisik (makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup, minum air putih), kesehatan mental (mindfulness, mengelola stres, membangun kepercayaan diri, membaca), dan perilaku sosial (menghormati orang lain, jujur, mandiri, menolong, menjaga kebersihan). Kebiasaan ini penting untuk hidup lebih sehat, produktif, dan sukses.