Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mulai melirik usaha ternak sebagai peluang bisnis sampingan yang menjanjikan. Selain permintaan pasar yang stabil, beberapa jenis ternak juga tidak membutuhkan pengelolaan yang terlalu rumit. Hal ini membuat usaha ternak cocok dijalankan oleh siapa saja, termasuk pekerja kantoran yang memiliki waktu terbatas.
Saat ini, ada banyak pilihan usaha ternak tanpa ribet yang bisa dijalankan di rumah atau lahan kecil. Beberapa jenis ternak bahkan hanya membutuhkan perawatan sederhana dan tidak memerlukan pengawasan sepanjang hari. Dengan memilih jenis ternak yang tepat, pekerja kantoran tetap bisa menjalankan bisnis sampingan tanpa mengganggu pekerjaan utama. Berikut tujuh ide usaha ternak yang praktis dan cocok untuk pemula, dirangkum Liputan6.com pada Senin (23/3/2026).
Advertisement
1. Usaha Ternak Ayam Kampung
Salah satu usaha ternak yang cukup populer adalah ternak ayam kampung. Permintaan ayam kampung di pasar relatif tinggi karena banyak orang menyukai rasanya yang lebih gurih dibanding ayam broiler. Selain itu, harga jual ayam kampung juga cenderung stabil sehingga cocok dijadikan usaha sampingan.
Bagi pekerja kantoran, ternak ayam kampung bisa dilakukan dengan sistem kandang sederhana di halaman rumah. Perawatannya tidak terlalu rumit karena ayam kampung dikenal lebih tahan penyakit. Cukup memastikan pakan tersedia dan kandang tetap bersih agar usaha ternak ini berjalan lancar.
2. Usaha Ternak Lele di Kolam Terpal
Usaha ternak lele menjadi salah satu pilihan bisnis yang banyak diminati karena perawatannya cukup mudah. Lele juga memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga masa panennya relatif singkat. Hal ini membuat usaha ternak lele cocok bagi pekerja kantoran yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan.
Kolam terpal menjadi solusi praktis bagi pemula yang ingin memulai usaha ternak lele di rumah. Kolam jenis ini tidak membutuhkan lahan luas dan mudah dibuat. Dengan pemberian pakan yang teratur, lele bisa dipanen dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
3. Usaha Ternak Burung Puyuh
Ternak burung puyuh merupakan usaha ternak yang tidak membutuhkan lahan besar. Puyuh dikenal sebagai hewan ternak yang produktif karena mampu menghasilkan telur setiap hari. Telur puyuh memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan kuliner.
Bagi pekerja kantoran, ternak puyuh bisa dijalankan dengan sistem kandang bertingkat. Sistem ini membantu menghemat tempat dan memudahkan proses perawatan. Dengan manajemen pakan yang baik, usaha ternak puyuh bisa menghasilkan pemasukan rutin dari penjualan telur.
4. Usaha Ternak Ikan Nila
Usaha ternak ikan nila juga cukup mudah dijalankan oleh pemula. Ikan nila dikenal tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga cocok untuk peternak yang tidak bisa memantau setiap saat. Selain itu, permintaan ikan nila di pasar juga cukup tinggi.
Ternak ikan nila bisa dilakukan di kolam tanah, kolam semen, maupun kolam terpal. Perawatannya cukup sederhana dengan menjaga kualitas air dan memberikan pakan secara rutin. Dalam waktu beberapa bulan, ikan nila sudah bisa dipanen dan dijual ke pasar atau pengepul.
5. Usaha Ternak Kelinci
Kelinci tidak hanya lucu, tetapi juga memiliki potensi sebagai usaha ternak yang menguntungkan. Daging kelinci mulai banyak diminati karena dianggap lebih sehat dan rendah lemak. Selain itu, kelinci juga berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya bisa bertambah dalam waktu singkat.
Bagi pekerja kantoran, ternak kelinci cukup praktis karena perawatannya tidak terlalu rumit. Kelinci hanya membutuhkan kandang bersih serta pakan seperti sayuran dan pelet. Dengan pengelolaan yang baik, usaha ternak kelinci bisa menjadi bisnis sampingan yang menjanjikan.
6. Usaha Ternak Jangkrik
Ternak jangkrik termasuk usaha ternak yang cukup unik namun memiliki pasar yang stabil. Jangkrik banyak dibutuhkan sebagai pakan burung, reptil, hingga ikan hias. Karena itu, permintaan jangkrik biasanya terus ada sepanjang tahun.
Keuntungan lain dari usaha ternak jangkrik adalah tidak membutuhkan lahan luas. Kotak atau kandang sederhana sudah cukup untuk memulai usaha ini. Selain itu, perawatannya juga relatif mudah sehingga cocok bagi pekerja kantoran yang memiliki waktu terbatas.
7. Usaha Ternak Maggot
Maggot atau larva lalat tentara hitam kini semakin populer sebagai usaha ternak yang menjanjikan. Maggot banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya tinggi. Selain itu, maggot juga bisa membantu mengolah limbah organik sehingga lebih ramah lingkungan.
Bagi pekerja kantoran, usaha ternak maggot cukup praktis karena tidak memerlukan perawatan intensif. Media budidayanya pun bisa memanfaatkan limbah dapur atau sisa makanan. Dengan manajemen yang baik, ternak maggot bisa menjadi usaha sampingan yang potensial.
Pertanyaan Seputar Usaha Ternak
1. Usaha ternak apa yang paling mudah untuk pemula?
Beberapa usaha ternak yang mudah untuk pemula antara lain ternak lele, ayam kampung, puyuh, dan jangkrik. Jenis ternak ini relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan modal terlalu besar.
2. Apakah usaha ternak cocok untuk pekerja kantoran?
Ya, banyak jenis usaha ternak yang bisa dijalankan sebagai usaha sampingan. Dengan sistem kandang sederhana dan manajemen pakan yang baik, pekerja kantoran tetap bisa menjalankan usaha ternak tanpa mengganggu pekerjaan utama.
3. Berapa modal awal untuk memulai usaha ternak kecil?
Modal usaha ternak bervariasi tergantung jenis ternak yang dipilih. Untuk skala kecil, usaha ternak seperti lele atau jangkrik bisa dimulai dengan modal ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah.
4. Bagaimana cara memilih usaha ternak yang tepat?
Pilih usaha ternak yang sesuai dengan ketersediaan lahan, waktu perawatan, serta permintaan pasar di daerah Anda. Selain itu, pertimbangkan juga kemudahan perawatan agar usaha ternak bisa berjalan konsisten.