Komitmen Pemerintahan Trump Dukung Keamanan Kripto dan Blockchain

Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump ingin mempertahankan kepemimpinan teknologi termasuk di kripto dan blockchain.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Maret 2026, 06:00 WIB
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui the Trump administration’s new national cyber strategy menempatkan keamanan kripto dan teknologi blockchain(Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui the Trump administration’s new national cyber strategy menempatkan keamanan kripto dan teknologi blockchain. Hal ini sebagai upaya Amerika Serikat (AS) yang lebih luas untuk mempertahankan kepemimpinan dalam teknologi yang sedang berkembang.

Dalam dokumen strategi ini menyatakan pemerintah akan akan mendukung keamanan kripto dan teknologi blockchain. Hal ini yang disebutkan dalam bagian fokus mempertahankan keunggulan teknologi kritis dan sedang berkembang.

Mengutip coindesk.com, Selasa (10/3/2026), pernyataan itu muncul dalam strategi siber pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang menguraikan enam pilar kebijakan yang dimaksudkan untuk memandu kebijakan siber federal. Hal ini termasuk mengamankan infrastruktur, memodernisasi jaringan federal dan memperkuat keunggulan AS di bidang-bidang seperti kecerdasan  buatan dan komputasi kuantum.

"Kami akan membangun teknologi dan rantai pasokan yang aman yang melindungi privasi pengguna dari desain hingga penerapan, termasuk mendukung keamanan mata uang kripto dan teknologi blockchain. Kami akan mempromosikan adopsi kriptografi pasca-kuantum dan komputasi kuantum yang aman," menurut dokumen tersebut.

"Dan kami akan mengamankan tumpukan teknologi AI—termasuk pusat data kami—dan mempromosikan inovasi dalam keamanan AI," demikian disebutkan dalam dokumen tersebut.

Dengan menempatkan keamanan blockchain bersamaan dengan AI dan kriptografi pasca-kuantum, strategi ini membingkai infrastruktur keuangan terdesentralisasi sebagai bagian dari persaingan teknologi nasional dengan pesaing asing.

 

 

Pengamanan Sistem Blockchain

Ilustrasi Blockchain. (Foto by AI)

Strategi ini tidak memperkenalkan regulasi kripto spesifik. Namun, bahasanya menandakan para pembuat kebijakan federal melihat pengamanan sistem blockchain sebagai bagian dari perlindungan kepemimpinan ekonomi dan teknologi.

Selain itu, hal ini semakin menggarisbawahi komitmen pemerintahan Trump terhadap ruang kripto (yang baru-baru ini mendapat sorotan), sebuah komitmen yang telah ia dukung sejak kampanyenya pada 2024.

Pada Juli tahun itu, Trump berpidato di konferensi Bitcoin 2024 di Nashville, berjanji untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai "ibu kota kripto planet ini" dan "negara adidaya Bitcoin." Ia berjanji untuk mengakhiri apa yang ia gambarkan sebagai dorongan regulasi anti-kripto dan mengusulkan pembuatan cadangan Bitcoin nasional.

Pada awal 2025, ia mengarahkan pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis menggunakan bitcoin yang disita dan meluncurkan kelompok kerja kepresidenan tentang aset digital, sambil melarang mata uang digital bank sentral AS (meskipun setahun telah berlalu, dan masih belum ada cadangan). Kemudian pada tahun itu, ia mempromosikan undang-undang stablecoin yang dikenal sebagai GENIUS Act dan terus mendorong aturan struktur pasar yang lebih luas untuk industri ini.

Ia juga telah menghapus berbagai kebijakan anti-kripto era Biden dan telah menyaksikan para anggota parlemen AS membatalkan kasus-kasus terhadap perusahaan-perusahaan mata uang kripto besar, termasuk Uniswap, Tron, Coinbase, dan Binance.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya