Warga di Tangerang Masih Kebanjiran, Ada yang Terendam Sampai 2 Meter

Banjir setinggi 2 meter juga terjadi di permukiman Perumahan Periuk Damai. Ini bukan pertama kalinya banjir terjadi di tahun ini. Warga hanya bisa pasrah.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 09 Maret 2026, 15:59 WIB
Warga di Tangerang Masih Kebanjiran. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hari kedua pasca hujan deras mengguyur Tangerang, ratusan rumah di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, masih terendam banjir. Bahkan ada permukiman yang terendam hingga 2 meter dan hanya menyisahkan atap rumahnya saja, Senin (9/3/2026). 

Warga di Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Bagas menuturkan, banjir sudah merendam rumahnya sejak kemarin. Sehingga mengakibatkan keluarganya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dia sesekali ikut berpatroli dengan warga lain, keliling permukiman dengan menggunakan perahu karet. 

"Sekarang masih 2 meter kalau yang di belakang dekat tanggul," ujarnya.

Banjir setinggi 2 meter juga terjadi di permukiman Perumahan Periuk Damai. Ini bukan pertama kalinya banjir terjadi di tahun ini. Warga hanya bisa pasrah.

Dari data yang diperoleh, setidaknya untuk di Kecamatan Periuk saja, ada 25 titik banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, banjir terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda. 

Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan langkah penanganan darurat telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Menurutnya, sejumlah wilayah yang terdampak sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan.

“Posko darurat dan posko kesehatan juga sudah disiagakan, sementara pompa-pompa air terus dimaksimalkan agar genangan di permukiman warga bisa segera surut,” ujar Sachrudin.

Pemkot Tangerang melalui BPBD bersama unsur terkait, terus melakukan penanganan cepat di lapangan, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko banjir, layanan kesehatan, hingga pemantauan kondisi debit air di berbagai titik rawan.

Lebih lanjut, Sachrudin, juga menegaskan bahwa Pemkot Tangerang terus mempercepat upaya penanganan jangka panjang untuk meminimalisir potensi banjir di masa mendatang. Salah satunya melalui rencana pembangunan tandon-tandon air dengan memanfaatkan beberapa lahan milik Jasa Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Langkah tersebut dinilai penting, mengingat terdapat beberapa wilayah yang terdampak banjir akibat limpasan air dari kawasan jalan tol.

“Koordinasi dengan Kementerian PU sangat krusial agar aliran air dari jalan tol tidak lagi membebani wilayah permukiman warga, khususnya di kawasan Gempol. Secara internal, pembangunan tandon baru tahun ini juga terus kita akselerasi sebagai bagian dari solusi permanen penanganan banjir,” jelas Sachrudin.

 

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya