Diuji Ekstrem, Kendaraan Listrik Geely Tempuh 1.000 Km di Skandinavia Tanpa Isi Ulang

Produsen otomotif asal China, Geely Auto, baru saja merampungkan program uji ketahanan musim dingin

oleh Arief AszhariDiterbitkan 09 Maret 2026, 12:07 WIB
Diuji Ekstrem, Kendaraan Listrik Geely Tempuh 1.000 Km di Skandinavia Tanpa Isi Ulang

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal China, Geely Auto, baru saja merampungkan program uji ketahanan musim dingin lintas negara untuk jajaran kendaraan energi barunya.

Pengujian ini menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer, melintasi wilayah Swedia hingga Norwegia tanpa pengisian ulang listrik maupun bahan bakar. Perjalanan tersebut ditutup dengan rute nonstop menuju Samudra Arktik.

Dalam pengujian ini, sejumlah model hybrid Geely turut dilibatkan, seperti Geely Starray EM‑i yang telah dipasarkan di Indonesia, serta model lain seperti Geely V900, Geely M9, Geely XingYao 8, Geely A7, dan Geely XingYao 6.

Seluruh kendaraan tersebut diklaim mampu menunjukkan performa stabil meski harus menghadapi suhu ekstrem di bawah titik beku. 

Langkah ini juga disebut sebagai yang pertama bagi merek otomotif independen asal Tiongkok, yang menggelar uji ketahanan musim dingin di kawasan Lingkar Arktik untuk seluruh portofolio produknya.

Pengujian mencakup berbagai teknologi NEV, mulai dari kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hybrid, extended-range electric vehicle, hingga teknologi berbasis metanol.

Uji Telnologi Ekstrem

Uji Teknologi di Lingkungan EkstremDalam ekspedisi ini, jajaran kendaraan NEV Geely menjalani pengujian suhu ekstrem di Colmis Proving Ground di kawasan Eropa Utara.

Fasilitas tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi pengujian otomotif dengan lintang tertinggi di kawasan Eurasia.

Lingkungan pengujian menghadirkan berbagai tantangan khas wilayah kutub, seperti tingkat kelembapan tinggi, permukaan jalan berlapis black ice, hingga kondisi pencahayaan minim akibat fenomena malam kutub.

Situasi tersebut menjadi ujian bagi berbagai komponen kendaraan, mulai dari penyegelan bodi, sistem manajemen termal, hingga keandalan sensor pada teknologi berkendara cerdas.

Dalam pengujian tersebut, sejumlah aspek teknologi divalidasi, antara lain:

1. Stabilitas dan respons sistem ADAS saat digunakan di musim dingin

2. Kemampuan kendaraan beradaptasi pada suhu di bawah nol derajat dan kondisi lembap

3. Ketahanan sistem bagasi atap dalam cuaca ekstrem

4. Traksi, kapasitas beban, serta kalibrasi sistem penggerak AWD di jalan bersalju dan berlapis es

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya