Milan vs Inter: Tanpa Thuram, Bagaimana Nerazzurri Mengubah Serangan di Derby?

Prediksi taktik Milan vs Inter pekan ke-28 Liga Italia. Tanpa Thuram dan Lautaro, Inter berpotensi mengubah skema serangan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 Maret 2026, 10:59 WIB
Marcus Thuram dari Inter Milan melakukan tekel terhadap Luka Modric dalam laga Serie A melawan AC Milan di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Milan vs Inter pada pekan ke-28 Liga Italia 2025-2026 berpotensi menjadi momen penting dalam perebutan gelar. Derby della Madonnina ini dijadwalkan berlangsung di San Siro, Senin, 9 Maret 2026, pukul 02.45 WIB.

Inter Milan datang sebagai pemuncak klasemen, sementara AC Milan menjadi tim terdekat yang masih berada dalam jangkauan. Selisih poin yang mencapai dua digit membuat laga ini bisa sangat berpengaruh terhadap arah perburuan Scudetto.

Masalahnya, Nerazzurri kemungkinan tidak tampil dengan kekuatan terbaik di lini depan. Marcus Thuram dilaporkan belum sepenuhnya pulih sehingga membuka peluang perubahan strategi pada duel Milan vs Inter kali ini.


Opsi Duet Baru di Lini Depan

Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny (depan) berebut bola dengan pemain Genoa Johan Vasquez pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Inter sudah lebih dulu kehilangan Lautaro Martinez yang mengalami cedera betis. Absennya pencetak gol terbanyak tim tersebut membuat pilihan lini depan semakin terbatas.

Situasi bertambah rumit karena Thuram juga diragukan tampil sebagai starter. Penyerang Timnas Prancis itu tidak mengikuti sesi latihan terakhir akibat flu dan demam.

Jika Thuram benar-benar absen, opsi paling sederhana adalah memainkan Francesco Pio Esposito bersama Ange-Yoan Bonny. Keduanya belum pernah menjadi starter bersama dalam satu pertandingan Serie A musim ini.

Skema tersebut memberikan karakter penyerang murni di depan. Akan tetapi, duet muda itu belum teruji dalam pertandingan sebesar derby.


Alternatif Skema 3-4-2-1

Selebrasi Francesco Pio Esposito dalam laga Inter Milan vs Lecce di Liga Italia, Kamis (15/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Pelatih Inter, Cristian Chivu, sudah memberikan gambaran alternatif taktik pada laga Coppa Italia melawan Como. Pertandingan yang berakhir 0-0 itu memperlihatkan pendekatan berbeda di lini serang.

Inter menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan satu penyerang tengah. Dua gelandang ofensif ditempatkan di belakang striker untuk mendukung serangan.

Dalam laga tersebut, Davide Frattesi dan Andy Diouf mengisi posisi penopang di belakang penyerang. Namun, Diouf terlihat kurang nyaman memainkan peran tersebut.

Masih ada opsi lain yang lebih berpengalaman untuk posisi itu. Henrikh Mkhitaryan atau Nicolo Barella dapat dimainkan lebih maju guna memberikan kreativitas dan pergerakan dari lini kedua.

Pendekatan ini memberi fleksibilitas dalam transisi serangan. Akan tetapi, efektivitasnya sangat bergantung pada mobilitas gelandang dan kemampuan memanfaatkan ruang di pertahanan Milan.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya