PBSI Tidak Kirim Atlet ke Seri BWF di Brasil dan Kuba

PBSI memutuskan tidak mengirim atlet ke seri BWF Brasil International Challenge dan Kuba International Challenge 2026 karena kondisi keamanan.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 07 Maret 2026, 22:45 WIB
Kabid Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto menyampaikan PBSI memutuskan tidak mengirim atlet ke dua seri BWF, yakni Brasil International Challenge dan uba International Challenge 2026. (foto: PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk tidak mengirim atlet ke serangkaian seri BWF yang berlangsung di Brasil dan Kuba.

Sekadar informasi, Brasil International Challenge 2026 dijadwalkan berlangsung 24-29 Maret 2026. Sedangkan Kuba International Challenge 2026 akan dimainkan pada 31 Maret sampai 5 April.

:PBSI memutuskan untuk tidak memberangkatkan atlet ke rangkaian turnamen di Kuba dan Brasil setelah mempertimbangkan beberapa faktor," kata Kabid Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

PBSI memutuskan tidak mengirim wakil Merah Putih karena kondisi keamanan di Kuba saat ini dinilai kurang kondusif. "Selain itu, hingga saat ini belum ada kepastian terkait beberapa opsi penerbangan transit melalui kawasan Timur Tengah," jelas Bambang.

"Karena itu, PBSI memilih memfokuskan program pertandingan atlet pada turnamen lain yang lebih efektif untuk mendukung persiapan dan performa mereka," imbuhnya.

 


Amerika Serikat Ingin Serang Kuba

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AP/Allison Robert)

Kondisi Kuba saat ini sedang tak kondusif. Kondisi tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menargetkan Kuba untuk menjadi salah satu prioritas serangan setelah sebelumnya menyerang Iran.

Selain itu, eskalasi serangan Amerika Serikat ke Iran kini semakin berdampak ke negara-negara di wilayah Teluk. Sejumlah negara yang terdampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran memutuskan untuk menutup bandara dan tidak melakukan aktivitas penerbangan.

Kondisi ini juga memberi dampak kepada penyelenggaraan turnamen bulu tangkis BWF yang secara lalu lintas penerbangan melewati kawasan Timur Tengah.

 


Swiss Open

Sekjen PP PBSI Ricky Soebagdja. (Bola.com/M iqbal Ichsan)

Berbeda dengan Brasil dan Kuba, PBSI tetap mengirimkan atletnya ke Swiss Open. Turnamen BWF World Tour Super 300 itu berlangsung 10 sampai 15 Maret.

"Kami memastikan tim Indonesia yang akan berangkat dari Jakarta menuju Swiss berada dalam kondisi aman dan siap menjalani perjalanan panjang," kata Sekjen PP PBSI Ricky Soebagdja.

Tim dijadwalkan bertolak pada Sabtu (7/3) pukul 21.05 dan 23.45 WIB menggunakan Turkish Airlines dengan transit di Istanbul. Tim kemudian melanjutkan perjalanan dan mendarat di Basel.

"Kami berharap seluruh pemain dan ofisial dapat menjalani perjalanan dengan baik, segera beradaptasi dengan kondisi di sana, dan mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi turnamen Swiss Open," ucap Ricky.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya