Mal Banjir Diskon Jelang Lebaran, Daya Beli Masyarakat Bakal Terkerek

Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di mal resmi dijalankan pada 6-30 Maret 2026.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 07 Maret 2026, 20:00 WIB
Suasana tempat makan pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Seiring meluasnya virus corona Covid-19 di Indonesia, pengunjung pusat perbelanjaan atau mal turun drastis dengan penurunan fluktuatif sekitar 10-15%. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso melihat peluang peningkatan daya beli masyarakat. Salah satunya melalui sebaran diskon di toko ritel moderen dan barang-barang di mal.

Hal tersebut bisa didorong oleh pelaksanaan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang setiap mal di Indonesia. Ada diskon hingga 70 persen pada berbagai produk yang dijajalan di pusat perbelanjaan.

"Jadi ini sebenarnya sebuah instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan juga meningkatkan konsumsi domestik," kata Budi, di Foodhall Senayan City, Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Diketahui, BINA Lebaran 2026 resmi dijalankan pada 6-30 Maret 2026. Transaksi belanja masyarakat diharapkan mampu menembus hingga Rp 53 triliun. Hal ini melihat periode belanja seiring dengan pencairan tunjangan hari raya (THR).

Budi mengapresiasi pelaksanaan acara di mal menjelang Lebaran 2026. Hal tersebut diyakini bisa menarik minat masyarakat lebih jauh lagi.

"Ini akan terus kita lakukan kerjasama sehingga kesempatan untuk menjual produk-produk dalam negeri ataupun meningkatkan daya beli masyarakat akan terus meningkat," sebutnya.

 

 

Bidik Transaksi Rp 53 Triliun

Petugas melakukan penyemprotan disinfektant dengan sinar UV di area kaca Lippo Mall Puri, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Lippo Malls Indonesia (LMI) menyiapkan prosedur dengan menerapkan protokol kesehatan menuju new normal di seluruh mal di 34 kota besar di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melihat peluang peningkatan belanja masyarakat pada periode menjelan Lebaran 2026 ini. Targetnya, Rp 53 triliun dana masyarakat digunakan belanja di pusat perbelanjaan atau mal.

Hal tersebut bisa didapat dari program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Lebaran 2026. Airlangga berharap program ini bisa efektif mendongkrak minat belanja masyarakat.

"Saya monitor BINA (Lebaran 2026) targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ungkap Airlangga di Foodhall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

 

Diskon Jumbo di Mal

Suasana tempat makan pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Seiring meluasnya virus corona Covid-19 di Indonesia, pengunjung pusat perbelanjaan atau mal turun drastis dengan penurunan fluktuatif sekitar 10-15%. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Hal tersebu diharapkan mampu didapat dari besarnya diskon yang diberikan. Airlangha menyebut, besaran diskonnya bisa mencapai 70-80%. "Tadi janjinya diskonnya 70-80% iya bu, betul ga bu? tapi saya liat tadi (durian) montong itu belum ada diskonnya biasanya 70 sampai 80%," kata Airlangga seraya berkelakar.

Informasi, BINA Lebaran 2026 ini akan dijalankan pada 6-30 Maret 2026. Artinya, ada dua pekan ramadan dan momen libur Idulfitri yang diharapkan jadi momentum belanja masyarakat.

"Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama," tandasnya.

 

800 Merek Ikutan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengungkapkan ada ratusan merek yang terlibat dengan puluhan ribu toko di mal seluruh Indonesia.

"Kalau dari retail, kita ada 800 brand, 80 ribu toko. Makanan, minuman terlibat, dan juga baju, elektronik, store, semua juga kita libatkan," ucap dia.

"Untuk promo-promo, saya rasa dari mall sudah banyak membantu dengan midnight sales, dan juga ada kategori obat dan segala macam, kita dorong.Terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya