Real Madrid Didenda UEFA Usai Suporter Tertangkap Kamera Lakukan Salam Nazi di Bernabeu

Real Madrid mendapat sanksi dari UEFA setelah insiden kontroversial yang melibatkan salah satu suporternya di Liga Champions.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 06 Maret 2026, 23:36 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, mendapat sanksi dari UEFA setelah insiden kontroversial yang melibatkan salah satu suporternya. Hukuman tersebut dijatuhkan menyusul aksi salam Nazi yang terekam kamera dan disiarkan ke seluruh dunia menjelang pertandingan Liga Champions.

Insiden itu terjadi sesaat sebelum laga antara Real Madrid dan SL Benfica di ajang Liga Champions. Ironisnya, aksi tersebut terjadi ketika para suporter Madrid justru tengah membentangkan tifo yang menyerukan pesan antirasisme.

Kelompok suporter yang dikenal sebagai Grada Fans membentangkan tifo bertuliskan “No to racism” dan “respect” di tribun stadion. Namun, saat kamera televisi menyorot ke arah tribun tersebut, seorang penonton terlihat mengangkat tangan kanan dengan gestur yang identik dengan salam Nazi.

Aksi tersebut langsung menuai sorotan karena disiarkan secara langsung dan bertentangan dengan pesan antirasisme yang sedang dikampanyekan.


Sanksi dari UEFA

Kemenangan tersebut membuat Real Madrid lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa menang dengan agregat 3-1. (AP Photo/Manu Fernandez)

Komite disiplin UEFA akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Real Madrid. Klub berjuluk Los Blancos itu dikenai denda sebesar 15 ribu euro (sekitar Rp295 juta) serta ancaman penutupan sebagian stadion.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menjelaskan bahwa hukuman tersebut juga mencakup penutupan 500 kursi di tribun bawah sisi selatan stadion pada pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya ketika Madrid menjadi tuan rumah. Namun, sanksi penutupan tribun itu masih bersifat ditangguhkan selama satu tahun.

Artinya, hukuman tersebut baru akan berlaku jika terjadi pelanggaran serupa dalam periode masa percobaan tersebut.


Real Madrid Ambil Tindakan Cepat

Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Menanggapi insiden tersebut, Real Madrid langsung bergerak cepat. Klub mengonfirmasi bahwa suporter yang melakukan salam Nazi itu telah dikeluarkan dari stadion saat pertandingan masih berlangsung.

Tak hanya itu, manajemen klub juga memulai proses disipliner internal untuk mencabut status keanggotaan pelaku sebagai anggota resmi klub.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya Madrid menjaga citra klub sekaligus menunjukkan sikap tegas terhadap tindakan diskriminatif.


Bukan Kasus Pertama

Para pemain Real Madrid merayakan gol kedua yang dicetak oleh penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior, selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. (Thomas COEX/AFP)

Ini bukan kali pertama Real Madrid harus menghadapi isu diskriminasi yang melibatkan suporter mereka dalam kurun waktu belakangan. Sekitar 18 bulan lalu, klub juga mengambil tindakan setelah sejumlah pemain FC Barcelona menjadi korban pelecehan rasial dalam pertandingan La Liga.

Kontroversi juga terjadi sebelum pertandingan dimulai. Laporan menyebutkan bahwa sekelompok besar suporter berkumpul di luar stadion Santiago Bernabéu Stadium.

Dalam kerumunan tersebut, beberapa orang disebut melakukan salam Nazi serta menyanyikan lagu-lagu bernuansa fasis yang berkaitan dengan mantan diktator Spanyol, Francisco Franco.

Situasi ini menimbulkan kritik karena aparat kepolisian disebut tidak melakukan penindakan terhadap aksi tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya