Top 3: Stok Beras Aman untuk 324 Hari

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau Top 3 di kanal bisnis Liputan6.com, Sabtu (7/3/2026).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Maret 2026, 07:00 WIB
Mentan Amran memantau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) beras SPHP dan membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara tahun 2025. Foto: Humas Kementan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras Indonesia dalam kondisi yang melimpah. Bahkan, cukup untuk konsumsi masyarakat hampir setahun penuh kedepan.

Amran menjelaskan, stok beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Rinciannya, terdiri dari stok di Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

Artikel mengenai stok beras nasional ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com, Sabtu (7/3/2026):

1. Mentan Amran: Stok Beras Indonesia Aman hingga 324 Hari

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali hingga 324 hari ke depan.

Pemerintah mencatat produksi beras nasional tetap terjaga dengan rata-rata produksi mencapai hingga 5,7 juta ton per bulan, sehingga kebutuhan masyarakat dinilai dapat terpenuhi dalam jangka panjang.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Mentan Amran.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

2. Kemendag Punya SPKLU, Biaya Energi Kendaraan Jadi Makin Murah

Menteri Perdagangan, Budi Santoso meresmikan sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menteri Perdagangan, Budi Santoso meresmikan sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Biaya yang dikeluarkan untuk kendaraan menjadi lebih murah.

Budi mencatat, sudah ada sejumlah pegawai Kemendag yang menggunakan mobil listrik. Jumlahnya mencapai 15 persen dari total pegawai Kemendag.

"Setelah saya hitung, pegawai kita itu sekitar 15 persen sudah menggunakan mobil listrik. Jadi kita akan mendukung program mobil listrik ini," ungkap Budi.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

 

3. Aturan Terbit, THR dan Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Langsung ke Rekening

Ilustrasi THR. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Pemerintah resmi menerbitkan aturan teknis pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun 2026 bagi aparatur negara. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pencairan hingga pengawasan penyaluran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kementerian Keuangan menetapkan petunjuk teknis pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi aparatur negara, pensiunan, serta penerima tunjangan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 tentang pemberian THR dan gaji ke-13 tahun 2026.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa pembayaran dilakukan melalui satuan kerja masing-masing yang anggarannya dibebankan pada daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA).

Simak berita selengkapnya di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya