Inter Milan: Gaya Komunikasi Chivu Menuai Kritikan

Fulvio Collovati kritik gaya komunikasi Cristian Chivu meski Inter Milan selangkah lagi juara Liga Italia. Simak ulasan lengkap sang legenda di sini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 06 Maret 2026, 18:32 WIB
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek legendaris Italia, Fulvio Collovati, memberikan komentar tajam terhadap pelatih Inter Milan saat ini, Cristian Chivu. Meskipun tim menunjukkan performa gemilang di liga, gaya bicara sang manajer dinilai kurang tepat oleh publik.

Inter Milan kini berada di ambang sejarah besar untuk merengkuh gelar juara Liga Italia yang ke-21. Pasukan Chivu unggul sepuluh poin dari rival sekota mereka, AC Milan, di papan klasemen sementara.

Chivu berpeluang mengawinkan gelar liga dengan trofi Coppa Italia kesepuluh sepanjang sejarah klub. Namun, performa terbaru tim saat melawan Como memicu perdebatan mengenai konsistensi mereka di kompetisi domestik.


Kritik Tajam Terkait Komunikasi Publik

Kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt membuat Inter Milan tersingkir dari Liga Champions 2025-2026. Tampak dalam foto, reaksi pemain Inter Milan, Marcus Thuram (kiri) dan Alessandro Bastoni selama pertandingan babak playoff Liga Champions 2025-2026 melawan Bodo/Glimt di stadion San Siro, Italia, Selasa 24 Februari 2026 waktu setempat atau Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Collovati mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap cara Chivu menanggapi berbagai situasi di media massa baru-baru ini. Ia menganggap pembelaan Chivu terhadap kesalahan pemain seperti Alessandro Bastoni sangat tidak masuk akal bagi pengamat sepak bola.

"Saya tidak menghargai gaya komunikasinya dalam beberapa pekan terakhir, padahal sebelumnya saya menghormatinya," ungkap Collovati dilansir dari FCInter1908. Sang legenda mempertanyakan alasan Chivu yang merasa timnya tidak mendapat apresiasi setelah disingkirkan Bodo/Glimt di Liga Champions.


Menatap Derby dan Ambisi Scudetto

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, merangkul gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, pada laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Meskipun ada gesekan terkait komunikasi, posisi Inter Milan di puncak klasemen tetap kokoh dan sulit terkejar. Collovati menegaskan bahwa hasil Derby della Madonnina mendatang tidak akan mengubah kenyataan bahwa gelar juara sudah menjadi milik Nerazzurri.

Akan tetapi, fokus tim sedikit terbagi setelah hasil imbang tanpa gol melawan Como pada laga semifinal Coppa Italia. Chivu harus segera memperbaiki atmosfer internal agar tim tetap tajam saat menghadapi tantangan di sisa musim ini.

"Gelar juara liga sudah dipastikan menjadi milik Inter dengan penuh prestasi," tambah Collovati mengenai persaingan musim ini. Hal ini memberikan rasa tenang bagi pendukung, tapi perbaikan sikap di depan media tetap menjadi catatan penting.

Sumber: Sempre Inter


Klasemen

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya