Liputan6.com, Jakarta - Lima kepala dinas (Kadis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban ramai-ramai mengganti nomor ponsel mereka, diduga akibat peretasan atau aktivitas pihak tidak berwenang.
Salah satunya adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Rohman Ubaid. Dia membenarkan pergantian nomor ponsel barunya karena nomor lama sudah tidak aktif akibat peretasan.
Advertisement
"Nomor kontak lama kena hacker," ungkap Rohman Ubaid melalui nomor barunya, Kamis (5/3/2026).
Selain Rohman Ubaid, pergantian nomor juga dilakukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PRKP) Agung Supriyadi.
Kemudian Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Anthon Tri Laksono.
Tak hanya itu, nomor ponsel diganti juga dilakukan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Abdul Rakhmat, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, dan kini juga menjadi Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Tuban.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Eko Julianto ikut ganti nomor.
Pantauan menunjukkan sejumlah nomor WhatsApp pejabat tersebut sudah berubah. Misalnya, saat membuka nomor Anthon Tri Laksono, muncul tulisan “ketuk untuk mengirim pesan” atau opsi menambahkan nomor baru. Saat dikonfirmasi menggunakan nomor barunya, Anthon belum merespons terkait alasan pergantian nomor ponselnya.
Sementara itu, profil WhatsApp Agung Supriyadi dan Eko Julianto sudah tidak muncul di kontak ponsel. Hingga kini, belum diketahui apakah peretasan ini terkait percobaan penipuan atau aktivitas ilegal lainnya.
Namun begitu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban, Arif Handoyo, menegaskan pergantian nomor ponsel para Kadis bukan merupakan kebijakan internal, faktor keamanan resmi, maupun pertimbangan teknis tertentu.
"Tidak ada apa-apa (pergantian nomor) dan itu sudah lama," jelas Arif.