Pimpinan Ormas Islam Tiba di Istana Penuhi Undangan Prabowo, Ada Anwar Iskandar hingga Haedar Nashir

Pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Prabowo untuk berdiskusi sekaligus buka puasa bersama.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 05 Maret 2026, 16:50 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut digelar untuk berdiskusi sekaligus buka puasa bersama.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para pimpiman ormas Islam mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 15.54 WIB. Tampak hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftahul Akhyar.

Kemudian, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 Nusron Wahid, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus kader Muhammadiyah, Zulkifli Hasan.

Anwar Iskandar mengatakan dirinya diundang Prabowo untuk buka puasa bersama. Selain para ketua umum ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, hingga mubaligh juga akan ikut hadir dalam buka puasa bersama Prabowo.

"Ya nanti semua ketua umum ormas Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," jelas Anwar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Jusuf Kalla Bakal Hadir

Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla turut diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Anwar masih enggan menjelaskan detail apa saja isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Dia pun berharap ada forum diskusi antara ulama dan umara atau pemimpin negara.

"Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara," ujarnya.

Saat ditanya apakah akan menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah, Anwar belum bisa memastikannya. Dia hanya menyampaikan harapan agar semua pihak menahan diri agar tercipta perdamaian dunia.

"Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," tutur Anwar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya