Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Kamis 5 Maret Pukul 16.30 WIB di SCTV.

Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Kamis 5 Maret Pukul 16.30 WIB di SCTV.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 05 Maret 2026, 15:15 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Kamis 5 Maret, mengisahkan Blade dan Fattah saling bertatapan dengan ekspresi yang tegang. Setelah beberapa saat, Blade memalingkan wajahnya seolah menghindari pembicaraan yang sedang terjadi. Ia kemudian kembali menatap Devon dan dengan nada tegas mengatakan bahwa Devon harus pulang.

Fattah hanya menghela napas sebelum akhirnya menanggapi. Ia berkata bahwa jika Blade benar-benar ingin Devon pulang, maka sebaiknya Blade sendiri yang turun dan menarik Devon pergi dari tempat itu.

Namun Fattah juga mempertanyakan sesuatu yang lebih dalam: apakah Blade benar-benar tega merampas kebahagiaan seseorang? Mendengar hal itu, Blade terdiam. Dalam hatinya muncul berbagai pikiran. Ia bahkan sempat tertawa kecil, seolah menyadari sesuatu yang sulit ia jelaskan.

Sementara itu, Devon masih berada di Teras Cafe. Ia terlihat menikmati waktunya bersama Victoria dan Jolina. Suasana di meja mereka penuh dengan tawa dan obrolan ringan. Tidak lama kemudian, Fattah masuk ke area kafe melalui gerbang depan. Ia langsung menghampiri Devon dan duduk di meja yang sama untuk berbicara dengannya.

Fattah mulai membahas tentang Blade. Mendengar nama itu disebut, Devon langsung menggelengkan kepala berkali-kali. Ia dengan tegas menolak gagasan untuk kembali ke rumah tersebut.

Devon berkata bahwa ia tidak ingin pulang ke rumah itu, setidaknya tidak sekarang. Ia bahkan memohon agar Fattah tidak memaksanya.

Akhirnya, Fattah menawarkan solusi lain. Ia mengajak Devon untuk pergi dan menginap di rumahnya saja untuk sementara waktu. Di tengah perjalanan menggunakan motor, Fattah sempat menelepon Elite Squad untuk memberikan kabar terbaru mengenai situasi Devon. Ia mengatakan bahwa Devon memang masih keras kepala, tetapi mulai terlihat sedikit celah dalam sikapnya.

Aqeela yang mendengar laporan itu menanggapi dengan optimis. Menurutnya, jika sudah ada sedikit retakan dalam sikap Devon, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Di tempat lain, Blade berjalan sendirian menyusuri lorong rumah Alveric. Di tangannya terdapat dua gulung lukisan yang ia bawa dengan hati-hati. Ketika sampai di sebuah persimpangan lorong, Axel tiba-tiba muncul. Ia menatap Blade dari atas sampai bawah sambil tersenyum, seolah melihat sesuatu yang menarik. Axel kemudian mengatakan bahwa ia bisa membantu Blade kembali menjadi dirinya yang “asli”.

Ucapan itu membuat Blade terlihat semakin gelisah. Tidak lama kemudian, dari arah lain muncul Matthew. Ia tampak terkejut melihat penampilan Blade yang berbeda dari biasanya. Dengan nada heran, Matthew bertanya apa yang sebenarnya dilakukan Blade dengan penampilan yang seperti itu. Mendengar pertanyaan tersebut, Blade tampak gugup dan seolah tidak tahu harus menjawab apa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya