Liputan6.com, Teheran - Sebuah pesawat penumpang milik maskapai nasional Iran dilaporkan hancur setelah terkena serangan udara yang menghantam Bandara Bushehr di pesisir Teluk Persia. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan badan pesawat dalam kondisi rusak parah saat masih berada di darat.
Pesawat yang terdampak adalah Airbus A319 milik Iran Air dengan nomor registrasi EP-IEP, dikutip dari laman aeroflap, Kamis (5/3/2026).
Advertisement
Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat tersebut terakhir berada di Bandara Bushehr sejak Sabtu (28 Februari). Saat itu, pesawat sempat mencoba mengoperasikan penerbangan IR406 dari Bushehr menuju Teheran. Namun penerbangan tersebut terpaksa dibatalkan dan pesawat kembali ke bandara asalnya tidak lama setelah lepas landas.
Sejak saat itu pesawat tidak lagi beroperasi, bertepatan dengan meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut.
Menurut laporan lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, pesawat tersebut terkena serangan ketika sedang diparkir di apron bandara. Bandara Bushehr sendiri dilaporkan menjadi salah satu target serangan sejak awal fase terbaru konflik.
Sejumlah saksi mata menyebut terdengar beberapa ledakan kuat di sekitar kota pesisir tersebut. Wilayah Bushehr dinilai memiliki nilai strategis karena menampung berbagai instalasi sipil sekaligus fasilitas militer.
Hancurnya pesawat komersial itu memperkuat kekhawatiran terhadap keselamatan infrastruktur sipil Iran di tengah eskalasi konflik. Insiden tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai keamanan operasi penerbangan komersial di kawasan yang kini menjadi arena ketegangan militer.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kemungkinan korban jiwa maupun rincian langkah yang akan diambil oleh Iran Air setelah insiden tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Jepang turut menyinggung serangan tersebut melalui akun resmi mereka di platform X.
Dalam pernyataannya, kedutaan menyebut pesawat penumpang Airbus A319 milik Iran Air menjadi sasaran serangan yang mereka kaitkan dengan “rezim Amerika-Israel” di Bandara Bushehr, Iran selatan.