Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan bibir jadi salah satu yang patut diperhatikan selama berpuasa Ramadan. Karena tidak mendapat asupan cairan selama kurang lebih 12--14 jam, bibir rentan mengalami dehidrasi.
"Tantangan yang paling sering muncul (saat Ramadan) adalah bibir kering dan pecah-pecah, sensasi perih dan tertarik, tampilan bibir kusam dan terlihat lebih gelap. Lipstik pun jadi tidak menempel sempurna. Selain itu, kebiasaan tanpa sadar seperti menjilat atau menggigit bibir, memperparah kondisi," kata Direktur Tisha Beauty, Ardy Setiady, dalam pesan tertulis kepada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 2 Maret 2026.
Advertisement
Karena itu, sambung Ardy, perawatan bibir selama puasa tidak hanya membutuhkan produk yang melembabkan saja, tetapi juga membantu menjaga barrier alami bibir lebih lama. Pihaknya kemudian merancang produk lip balm yang memanfaatkan kondisi pH kulit.
"pH bibir bisa berubah tergantung kondisi tubuh dan lingkungan. Kalau wajah rata-rata punya pH sekitar 4,5--5,5 (sedikit asam), bibir umumnya berada di kisaran asam ringan (sekitar pH 5an)," jelasnya.
Perbedaan pH itu karena lapisan kulit pada bibir lebih tipis dan minim kelenjar keringat. Tapi, besaran pH bibir bisa berubah-ubah karena beberapa faktor, termasuk dehidrasi, terlalu sering menjilat bibir, iritasi atau eksfoliasi berlebihan, dan perubahan hormon.
"Saat itu pH bibir jadi basa, barriernya rusak sehingga mudah terjadi inflamasi atau dehidrasi. Warna bibir pun berubah jadi pucat atau gelap," urainya.
Luncurkan Lip Balm Berbasis Perawatan
Menyadari kebutuhan tersebut, Ardy menyatakan pihaknya merancang produk lip balm yang mengusung konsep perawatan, bukan sekadar kosmetik. Inspirasinya datang dari observasi sederhana, yakni banyak orang fokus merawat wajah, tetapi sering mengabaikan kesehatan bibir.
"Padahal, bibir tidak memiliki kelenjar minyak sebanyak kulit wajah, sehingga lebih mudah kering dan rusak," katanya.
Tisha Beauty Bloom Balm, sambung dia, diciptakan sebagai lip balm multifungsi dengan teknologi color-adaptive yang memberikan warna unik sesuai pH bibir. Selain itu, lip balm juga mengandung kombinasi shea butter, vitamin E, dan lima jenis ceramide, serta UV filter untuk menjaga bibir dari efek buruk sinar matahari.
Formulanya, kata dia, dirancang ringan, tahan lama, dan bisa digunakan sebagai base sebelum menggunakan lipstik atau pewarna bibir lainnya. "Jadi, tidak hanya relevan saat Ramadan, tetapi juga menjadi daily essential hingga lebaran nanti," ia menambahkan.
Cara Pengaplikasian Lip Balm yang Tepat
Pengaplikasian lip balm secara tepat jadi salah satu langkah awal menjaga kesehatan bibir. Ardy membagikan tipsnya:
1. Gunakan pada bibir yang bersih dan kering.
2. Aplikasikan tipis merata ke seluruh permukaan bibir.
3. Gunakan sebelum memakai lipstik sebagai base agar hasil lebih halus.
4. Aplikasikan ulang bila bibir terasa kering.
"Kunci utamanya adalah konsistensi. Pemakaian rutin akan membantu menjaga kelembapan alami bibir dan mencegah kerusakan berulang," ujarnya.
"Perlu dipahami bahwa hasilnya bertahap dan tergantung pada penyebab utama bibir menggelap. Perawatan rutin dan perlindungan dari sinar UV juga berperan penting," imbuhnya.
Produk tersebut ternyata direspons positif. Lonjakan pesanan pun terjadi dalam waktu singkat. Dengan awareness yang kuat dari customer, repeat order cukup tinggi. Rata-rata pelanggan, kata dia, telah membeli produk itu lebih dari dua kali.
Raih TikTok Award 2026
Bahkan, Tisha Beauty meraih penghargaan di TikTok Award 2026 kategori Juara UMKM Lokal. Untuk mencapai itu, pihaknya sengaja membangun pabrik sendiri.
"Kami ingin produksi yang fleksibel dan cepat. Saat permintaan melonjak, kami tidak ingin membatasi penjualan di saat market antusias untuk mencoba produknya. Konsumen harus bisa langsung mendapatkan produk," ujarnya.
Ardy menilai keberadaan pabrik menjadi tulang punggung pertumbuhan brand. Menurutnya, kecepatan distribusi dan ketersediaan barang berdampak langsung pada kepuasan pelanggan. "Ketika konsumen tidak perlu menunggu lama, tingkat kepercayaan meningkat dan repeat order pun lebih tinggi," jelasnya.
Selain mendukung kapasitas produksi, pabrik internal juga memungkinkan kontrol kualitas yang lebih ketat. Tisha Beauty memiliki tim R&D untuk memastikan setiap produk tetap sesuai standar walau harganya mulai dari Rp20 ribuan. Semua produk telah berizin BPOM dan bersertifikasi halal, sehingga aman digunakan oleh pelajar hingga kalangan muda lainnya yang menjadi target market utama.