Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka perkasa pada perdagangan saham Kamis (5/3/2026). Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG anjlok dalam.
Mengutip data RTI, Kamis (5/3/2026), IHSG hari ini dibuka di angka 7.695,34 dari penutupan sebelumnya di level 7.577,83. Pada pukul 09.20 WIB, IHSG masih melanjutkan penguatan dengan naik 2,14% atau 163 poin ke posisi 7.740,95.
Advertisement
Indeks saham LQ45 juga menguat 206% ke posisi 788,47. Sebagian besar indeks saham acuan terpantau berada di zona hijau.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 7.765 dan terendah 8.681.
Sebanyak 573 saham menguat dan mendorong ihsg ke zona hijau. Sementara itu, 74 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan saham tercatat 401.060 kali dengan volume perdagangan mencapai 7,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sebesar Rp 3,9 triliun.
Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 16.867.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham menghijau. Sektor cyclical mencatat penguatan terbesar dengan naik 5,01%, disusul sektor basic yang melambung 3,32%. Dilanjutkan oleh sektor industri yang menguat 3,24%.
IHSG Diprediksi Melemah
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (5/3/2026). IHSG hari ini berpeluang ke 7.140-7.391. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 4,57% ke posisi 7.577 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Akan tetapi, koreksi IHSG tertahan di area support krusial di 7.481.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya memperkirkaan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merha.
“Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.311,7.391 dan level resistance 7.934,8.154 pada perdagangan Kamis pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.460-7.860.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Timah Tbk (TINS).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Astra International Tbk (ASII) - Spec Buy
Saham ASII terkoreksi 1,99% ke 6.150 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, posisi ASII diperkirakan berada pada bagian dari wave 2 dari wave (5) pada label hitam.
Spec Buy: 5.900-6.025
Target Price: 6.400, 6.700
Stoploss: below 5.725
2.PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) - Spec Buy
Saham BRIS terkoreksi 1,39% ke 2.130 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BRIS saat ini berada pada bagian dari wave [b] pada label hitam atau wave 2 pada label merah,” kata dia.
Spec Buy: 2.050-2.110
Target Price: 2.220, 2.400
Stoploss: below 1.935