Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran, Bagaimana BBM Nonsubsidi?

Bahlil mengakui, adanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia

oleh Tim BisnisDiterbitkan 04 Maret 2026, 15:51 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. . (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, harga bahan bakar minyak  (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Kendati, terjadi kenaikan harga minyak dunia imbas perang Israel-Iran.

Ini diungkapkan Bahlil menjelang rapat terbatas (ratas) bersama Presiden yang akan membahas isu-isu strategis nasional, terutama di sektor energi dan pangan.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," katanya melansir Antara, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ia mengatakan, pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas pasokan sembako, energi, termasuk LPG, serta berbagai aspek ekonomi nasional di tengah bulan suci Ramadhan.

Terkait dinamika global, Bahlil mengakui adanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat, sehingga berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.

Namun, Bahlil menyebut bahwa kondisi itu tidak akan mempengaruhi harga BBM subsidi di dalam negeri hingga Lebaran nanti. Pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional untuk mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Idul Fitri.

Hasilnya, stok BBM maupun LPG dipastikan dalam kondisi aman. "Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri Insyaallah semua aman, termasuk dengan LPG," jelas dia.

Harga BBM Non Subsidi?

Airlangga Hartarto menilai dampak terhadap harga minyak global akan sangat bergantung pada durasi konflik. Tampak dalam foto, orang-orang mengantre untuk mengisi bahan bakar sepeda motor mereka di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Sementara untuk BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.

Dengan skema tersebut, kata Bahlil, harga BBM non-subsidi dapat menyesuaikan perkembangan harga minyak dunia.

Pemerintah, lanjut Bahlil, berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga energi untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya