Liputan6.com, Jakarta - Gelandang asing Persiraja Banda Aceh asal Afghanistan, Omid Popalzay, membagikan pengalaman pribadinya yang sangat berkesan saat menjalani ibadah bulan suci Ramadan untuk pertama kalinya di Tanah Rencong.
Sebagai pemain yang membela klub kebanggaan masyarakat Aceh, Popalzay merasa sangat antusias karena tahun ini ia bisa merasakan langsung atmosfer religius yang begitu kental bersama dengan keluarganya.
Advertisement
“Alhamdulillah, saya merasa sangat baik. Semuanya terasa jauh lebih mudah karena melihat orang-orang di sekitar berpuasa, salat, dan benar-benar sibuk dengan Ramadan,” ujarnya.
Pengalaman ini menjadi catatan yang sangat berharga dalam perjalanan karier sepak bolanya di Indonesia, terutama setelah ia sempat tinggal di beberapa daerah lain yang memiliki ritme kehidupan berbeda saat bulan Ramadan tiba di wilayah tersebut.
Adaptasi dengan Ritme Kehidupan Lokal
Popalzay mengakui bahwa ia sempat memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan ritme kehidupan di Aceh yang cukup spesifik selama bulan Ramadan.
Berbeda dengan pengalamannya saat berada di Bekasi atau Bogor di mana aktivitas berjalan seperti biasa. "Di Aceh ada waktu-waktu tertentu ketika toko tutup dan kapan buka kembali. Jadi saya harus membiasakan diri karena belum terbiasa dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.
Meskipun awalnya ia belum terbiasa dengan kondisi tersebut, proses adaptasi ini justru memberikan kesan mendalam bagi dirinya dan keluarga dalam memahami budaya lokal masyarakat setempat.
Kehangatan Momen Berbuka Puasa
Salah satu hal yang paling disukai oleh pemain tim nasional Afghanistan ini adalah energi kebersamaan yang tercipta saat waktu berbuka puasa tiba.
Ia merasa sangat terkesan melihat restoran-restoran di Aceh yang selalu penuh menjelang waktu magrib, menciptakan suasana yang luar biasa hidup dan hangat.
Baginya, momen berkumpulnya orang-orang untuk membatalkan puasa bersama merupakan pemandangan indah yang membuat dirinya beserta keluarga merasa sangat nyaman dan jatuh cinta pada tradisi berbuka di wilayah berjuluk Serambi Mekkah ini.
Pilihan Menu Favorit Omid Popalzay
Mengenai urusan kuliner saat berbuka, Popalzay memiliki preferensi menu tertentu yang selalu ia cari untuk memulihkan energinya setelah seharian berpuasa.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya selalu memulai momen berbuka dengan menyantap soto Betawi sebagai hidangan pembuka yang utama.
Setelah itu, ia biasanya melanjutkan santapannya dengan mengonsumsi nasi atau bihun yang dipadukan dengan lauk ayam atau menu lainnya, namun ia menegaskan bahwa karbohidrat berupa nasi atau bihun adalah komponen wajib dalam setiap menu makan besarnya saat Ramadan.