Liputan6.com, Jakarta - Investor miliarder Ray Dalio memperingatkan soal Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang dan aset lindung nilai (safe haven).
Ia menilai Bitcoin memiliki dukungan bank sentral yang minim serta masih menyisakan kekhawatiran terkait keterbatasan privasi dan ketahanannya terhadap komputasi kuantum.
Advertisement
Mengutip laman Cointelegraph.com, Rabu (4/3/2026), Dalio menepis gagasan bahwa Bitcoin (BTC) dapat berfungsi sebagai emas digital. Dalam wawancaranya di All-In Podcast pada Selasa (3/3) ia mengatakan bahwa “hanya ada satu emas.”
“Emas bukan sekadar logam mulia yang dispekulasikan. Emas merupakan “uang yang paling mapan” dan menjadi mata uang cadangan terbesar kedua yang dimiliki bank sentral," ujar Dalio.
Dalio juga mengatakan dirinya tidak melihat alasan mengapa bank sentral ingin membeli Bitcoin dan menyimpannya dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Dalio pernah menyebut bahwa Bitcoin memiliki karakteristik hard money, namun ia juga mencatat bahwa aset tersebut masih memiliki korelasi yang cukup tinggi dengan saham teknologi.
“Dari perspektif kepemilikan, penawaran dan permintaan bisa terpengaruh jika seseorang tertekan di satu area dan harus menjual aset lain yang mereka miliki,” jelasnya.
Kurangnya Privasi pada Bitcoin
Dalio turut menyoroti kurangnya privasi pada Bitcoin dengan menyatakan bahwa “setiap transaksi dapat dipantau,” serta memperingatkan bahwa perkembangan komputasi kuantum berpotensi mengancam jaringan tersebut.
Pada Juli lalu, Dalio merekomendasikan alokasi portofolio sebesar 15% ke Bitcoin atau emas untuk mengoptimalkan “rasio imbal hasil terhadap risiko terbaik,” di tengah masalah utang Amerika Serikat yang membebani dan pelemahan nilai mata uang yang berkelanjutan.
Menurutnya, antara Juli hingga awal Oktober, Bitcoin dan emas sama-sama menguat hingga akhirnya pasar kripto mengalami kejatuhan besar yang menghapus hampir USD 20 miliar posisi leverage.
Keduanya kemudian bergerak berbeda arah pada awal Oktober. Bitcoin turun lebih dari 45% sejak puncaknya pada Oktober menjadi USD 68.420, sementara emas terus menguat, melonjak lebih dari 30% ke level USD 5.120 dalam periode yang sama.
Tatanan dunia Telah Berubah
Bulan lalu, Dalio menyampaikan pesan kepada investor bahwa “Tatanan Dunia” yang selama hampir satu abad dipimpin oleh Amerika Serikat telah “runtuh."
Ia menilai para investor harus memikirkan kembali cara melindungi kekayaan mereka di tengah meningkatnya konflik geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi.
Dalio kembali menegaskan pandangannya yang telah lama dipegang bahwa aset penyimpan nilai, khususnya emas, merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kekayaan ketika mata uang melemah dan sistem kredit terganggu. Sementara itu, aset berbasis utang dinilai menjadi lebih rentan seiring meningkatnya ketidakpastian.