Kekalahan Real Madrid dari Getafe Picu Tuntutan Florentino Perez Mundur dari Publik Bernabeu

Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Getafe di La Liga memicu frustrasi publik Bernabeu. Suporter menyerukan Florentino Perez mundur usai hasil memalukan itu.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 03 Maret 2026, 16:42 WIB
Florentino Perez (JAVIER SORIANO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Getafe pada pekan ke-26 La Liga, Selasa (3/3) dini hari WIB, menyisakan luka mendalam di Santiago Bernabeu. Hasil ini terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri.

Sejak menit akhir laga, atmosfer stadion berubah drastis. Optimisme memudar. Keyakinan akan kebangkitan lenyap perlahan.

Sebagian suporter memilih meninggalkan stadion sebelum peluit panjang berbunyi. Mereka yang bertahan meluapkan emosi tanpa kompromi.

Siulan dan teriakan menggema. Bukan hanya pemain dan pelatih yang menjadi sasaran, tetapi juga presiden klub, Florentino Perez.


Tekanan Terbuka kepada Florentino Perez

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengucapkan selamat kepada penyerang Prancis Kylian Mbappe (kiri) atas penghargaan Sepatu Emas Eropa 2024-25 yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak tahun ini dalam sebuah upacara di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 31 Oktober 2024. (Oscar DEL POZO/AFP)

Reaksi paling keras terdengar jelas dari tribun. Suporter meneriakkan, “Florentino mengundurkan diri!” saat presiden klub menyaksikan langsung dari tribun direktur.

Upaya meredam situasi dilakukan dengan memutar lagu kebangsaan klub dalam volume tinggi. Namun pesan dari sebagian publik sudah tersampaikan.

Kekecewaan sebenarnya telah terbangun sejak pertengahan laga. Keputusan Alvaro Arbeloa menarik Thiago Pitarch lebih dulu memicu cemoohan dari tribun.

Seiring pertandingan berjalan, Dean Huijsen dan beberapa pemain lain ikut menjadi target kemarahan. Realitas terasa pahit ketika tekanan datang dari pendukung sendiri.


Malam Sunyi yang Mengguncang Bernabeu

Meski terus berupaya mengejar ketertinggalan, namun hingga pertandingan usai skor tidak berubah. Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe. Tampak dalam foto, reaksi Vinicius Junior dari Real Madrid (kedua kiri) saat pertandingan pekan ke-26 La Liga 2025/2026 melawan Getafe di Stadion Bernabeu. Madrid, Spanyol, Senin 2 Maret 2026 waktu setempat atau Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Gol penentu yang dicetak Martin Satriano membuat stadion terdiam. Bernabeu seolah membeku dalam keterkejutan.

Sebaliknya, kelompok kecil pendukung Getafe di tribun tingkat empat merayakan dengan penuh semangat. Bahkan, beberapa suporter Madrid memberi tepuk tangan kepada pemain Getafe saat melakukan putaran kehormatan.

Nyanyian yang menentang presiden kembali terdengar sebelum laga benar-benar usai. Ini menjadi simbol bahwa frustrasi melampaui hasil satu pertandingan.

Bagi banyak pendukung, musim ini dinilai tidak berjalan sesuai ekspektasi. Ada kekhawatiran tim terlalu bergantung pada momen individu, bukan kekuatan kolektif. Dengan laga besar melawan Manchester City di depan mata, tekanan di Bernabeu kini mencapai titik yang sulit diabaikan.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya