KPK Buru Aktor Lain di Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK memastikan, mereka yang terlibat dalam kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq tidak hanya tiga orang.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 03 Maret 2026, 14:29 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, total ada tiga orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Budi memastikan, mereka yang terlibat tidak hanya tiga orang. Sebab saat ini, penyelidik masih melakukan pencarian terhadap pihak lain.

“Kami ingin menyampaikan bahwa tim saat ini juga masih terus melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait lainnya, dan kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini,” kata Budi di Gedung Merah Putih Jakarta kepada awak media, Selasa (3/3/2026).

Budi memastikan, keterangan para pihak yang masih dicari dapat membantu KPK dalam proses penanganan perkara dugaan rasuah di Pekalongan pada tahap penyelidikan agar berjalan efektif. Saat disinggung siapa saja pihak yang dicari, Budi masih enggan membocorkan lebih rinci.

“Nanti kami akan update secara berkala perkembangan dari kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pekalongan ini,” janji Budi.

Sebagai informasi, hingga berita ini diturunkan, KPK belum menjelaskan dengan gamblang soal kasus dan barang bukti dalam OTT kali ini. Alasannya, semua masih dilakukan penyelidikan.

“Ini kan ada beberapa pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Pekalongan, jadi nanti kita akan melihat lokusnya di mana saja. (Termasuk barang bukti) nanti kami sampaikan,” Budi menandasi.

Ruang Kerja Fadia Arafiq Disegel KPK

KPK menyegel sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin (2/3/2026) malam. Termasuk ruang kerja Fadia Arafiq.

Penyegelan dengan menempelkan kertas berlogo KPK di pintu masuk ruang kerja Fadia Arafiq. Selasa pagi (3/3/26), aktivitas ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tampak berjalan normal.

Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, yang ruang kerjanya tidak disegel penyidik KPK mengaku belum mengetahui secara pasti adanya OTT dan penyegelan ruangan kerja Fadia Arafiq. Pasalnya, Sukirman mengaku masih dinas di luar kota.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi juga belum dapat memberikan keterangan lantaran sedang ada kegiatan di Sukoharjo.

Profil Fadia Arafiq

Fadia Arafiq merupakan politikus kelahiran 23 Mei 1978 yang juga anak dari penyanyi dangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke politik, Fadia Arafiq dikenal sebagai penyanyi dangdut pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Namanya cukup populer di dunia hiburan Tanah Air melalui berbagai lagu dan penampilan di televisi. Karier di industri musik membuatnya dikenal luas masyarakat, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Setelah cukup lama berkiprah di dunia hiburan, Fadia beralih ke dunia politik. Dia aktif di Partai Golkar dan mulai membangun basis dukungan di daerah asalnya.

Puncak karier politiknya terjadi saat dia terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026.

Dalam Pilkada 2020, Fadia berhasil meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin daerah tersebut. Dia berpasangan dengan Riswadi sebagai calon wakil bupati dan diusung oleh koalisi partai, dengan Golkar sebagai pengusung utama.

Pada 27 Juni 2021, dia resmi dilantik sebagai Bupati Pekalongan. Sebelum itu, dia menjabat Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011-2016 mendampingi Amat Antono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya