Liputan6.com, Rabat - Kerajaan Maroko kembali meluncurkan operasi solidaritas berskala nasional selama Ramadan 1447 Hijriah. Atas instruksi Raja Mohammed VI, Garda Kerajaan menyiapkan dan mendistribusikan 150.000 paket makanan berbuka puasa bagi keluarga kurang mampu di berbagai kota.
Program tahunan ini menyasar warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan iftar harian, terutama di kawasan perkotaan dengan tekanan ekonomi tinggi. Di ibu kota Rabat, distribusi dilakukan di sejumlah titik, antara lain Dar Es-Salam, Touargas, Souissi, Rumah Sakit Onkologi Moulay Abdellah, serta Rumah Sakit Anak Avicenne. Sementara di Sale, bantuan menjangkau Kariat Oulad Moussa, Hay Essalam, dan Maamoura.
Advertisement
Operasi serupa juga digelar di distrik Charf, Tangier; Hafat Rkina, Tetouan; Mechouar, Marrakech; serta Pusat N’khilat di komune Rommani, Provinsi Khemisset. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Garda Kerajaan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan tersalurkan secara tertib, dikutip dari laman Marocco World News, Selasa (3/3/2026).
Tahun ini, cakupan program diperluas ke Ksar El-Kebir setelah banjir melanda sejumlah lingkungan. Sebagai respons, Raja memerintahkan tambahan 30.000 paket makanan untuk keluarga di Bel Abbas dan Lamzouri, dua wilayah yang terdampak kerusakan.
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam, ketika umat Muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Di Maroko, bulan suci ini memengaruhi ritme kehidupan: jam kerja menyesuaikan, jalanan lengang menjelang magrib, dan keluarga berkumpul untuk berbuka dengan kurma, sup, serta hidangan rumahan.
Namun bagi keluarga rentan, Ramadan juga menghadirkan tekanan ekonomi tambahan. Program solidaritas kerajaan ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi