Pemkot Tangerang Kucurkan Rp 13,2 Miliar untuk 108 Lembaga Keagamaan

Pemkot Tangerang untuk pengembangan lembaga keagamaan yang ada di wilayahnya. Jumlah tersebut merupakan hibah selama tahun 2026.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 02 Maret 2026, 19:10 WIB
Warga beribadah saat melakukan itikaf pada malam ke-27 bulan puasa Ramadhan 1443 H di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022). Itikaf dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan membaca Alquran, dzikir, dan selawat untuk mencari rida Allah SWT. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Pemkot atau Pemerintah Kota Tangerang, Banten untuk pengembangan lembaga keagamaan yang ada di wilayahnya. Jumlah tersebut merupakan hibah selama tahun 2026.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyerahkan bantuan operasional secara simbolis sebesar Rp 20 juta kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’atul Khoir, Cipondoh.

Menurutnya, bantuan ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah agar operasional masjid berjalan lancar, terutama selama bulan suci Ramadan.

"Masjid adalah pusat pembinaan umat. Karena itu, kami ingin memastikan masjid-masjid di Kota Tangerang mendapatkan perhatian yang layak agar masyarakat nyaman dalam beribadah dan berkegiatan sosial," ujar Sachrudin, Senin (2/3/2026).

Bukan hanya masjid, lanjut dia, penyaluran hibah tahun ini menyasar 108 lembaga keagamaan, yang meliputi Musala, Majelis Taklim, Pondok Pesantren, dan Madrasah Diniyah.

"Untuk menjamin akuntabilitas dan ketepatan sasaran, seluruh proses penyaluran dilakukan melalui Aplikasi SABA Kota," ucap Sachrudin.

Dia menjelaskan, digitalisasi ini memastikan bantuan dari pemerintah daerah dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara transparan.

Selain memberikan bantuan fisik dan operasional, Sachrudin juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah.

Dia juga berharap, bantuan dari pemerintah ini menjadi stimulus bagi kemandirian masjid-masjid di Kota Tangerang.

"Kami hadir untuk menunjang kegiatan keagamaan masyarakat. Semoga dengan bantuan ini, syiar Islam di Kota Tangerang semakin kuat dan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh warga," jelas Sachrudin.

 

Pemkab Penajam Paser Utara Rangkai Kegiatan Safari Ramadan, Gelar Operasi Pasar

Gerbang Madani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. (Antara)

Sebelumnya, Pemkab atau Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merangkai kegiatan Safari Ramadan dengan gelaran operasi pasar guna menjaga kestabilan harga bahan pangan saat Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Operasi pasar dilaksanakan untuk menekan kenaikan harga, terutama di hari besar keagamaan," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperidag) Kabupaten Penajam Paser Utara Margono Hadisusanto ketika ditanya menyangkut potensi kenaikan harga pangan di Penajam, melansir Antara, Rabu 25 Februari 2026.

Menurut dia, operasi pasar dilaksanakan sebagai upaya pemerintah kabupaten menjadi kestabilan harga pangan, lanjut dia, terutama sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.

"Operasi pasar berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), asosiasi pedagang lokal dan penyalur (distributor), menyediakan bahan pangan seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng dan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar," terang Margono.

 

Harga Bahan Pangan Terjaga

Pembeli memilih sayuran saat berbelanja di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Margono menjelaskan, operasi pasar bakal dilaksanakan di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Kecamatan Sepaku sebagai antisipasi potensi terjadi kenaikan harga pangan sepanjang bulan puasa hingga lebaran.

"Operasi pasar yang digelar sebagai rangkaian Safari Ramadan yang dijadwalkan pemerintah kabupaten. Operasi pasar rangkaian Safari Ramadan dimulai di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku pada 26 Februari 2026," kata Margono.

Hingga saat ini, bahan pangan seperti beras, minyak goreng, garam, gula, daging sapi dan daging ayam, ikan, telur, susu, bawang merah dan bawang putih, juga kedelai masih tersedia di pasaran dengan harga stabil.

"Bahan pangan pada Ramadan relatif terjaga, kendati ada komoditas mengalami kenaikan harga, yakni daging sapi naik menjadi Rp 150 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 135 ribu per kilogram, serta cabai dari Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp80 ribu per kilogram," tutup Margono.

Infografis Sejumlah daerah memiliki tradisi 'bersih-bersih diri' dengan cara mandi menyambut Ramadan (dok. Liputan6.com/Tri Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya